Bukan hanya Wadah Aktivitas Mahasiswa, AMN Manado sebagai Tonggak Penyatuan Berbagai Latar Belakang

5
Tokoh Akademisi Apresiasi Program AMANAH Dorong Kreativitas dan Ekonomi Pemuda Aceh

Oleh: Jonathan Pangalila

Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Manado bukan hanya menjadi wadah untuk banyaknya aktivitas positif dan bermanfaat para generasi muda saja, melainkan juga sebagai tonggak penyatuan anak bangsa dari berbagai macam latar belakang yang saling berbeda.

Adanya persatuan dan kesatuan di tengah perbedaan yang sangat luar biasa di Indonesia tersebut merupakan hal yang sangat penting, terlebih juga itu sudah menjadi salah satu cita-cita para pendiri bangsa yang termaktub dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Berada di atas pundak para pemuda sebagai penerus generasi bangsa, bagaimana nasib negara ini nantinya. Maka dari itu, apabila sudah sejak sedini mungkin mahasiswa tersebut mampu bersatu meski di tengah adanya berbagai latar belakang saling berbeda, maka bukan tidak mungkin bangsa ini akan terus mengarah pada kemajuan dan perkembangan.

Mengenai bagaimana keberadaan AMN sebagai tonggak pemersatu, Aktivis Mahasiswa asal Manado, Dwi Purnama menilai bahwa gedung inisiasi Badan Intelijen Negara Republik Indonesia (BIN RI) tersebut memiliki kekuatan yang sangat besar untuk terus mendorong terjadinya persatuan dan kesatuan antar masyarakat Tanah Air, dengan cara menggerakkan generasi muda.

Terlebih, sejatinya Indonesia juga merupakan sebuah negara yang terdiri dari beragam sekali latar belakang etnis saling berbeda dari seluruh rakyatnya, mulai dari adanya keragaman dari segi budaya, agama hingga suku, namun melalui Asrama Mahasiswa Nusantara di Manado itu, semangat akan persatuan dan kesatuan bangsa terealisasikan dengan sangat baik.

Lebih lanjut, Pemerintah RI melalui lembaga pimpinan Jenderal Polisi (Purn) Prof. Dr. Budi Gunawan itu juga terus berupaya untuk mendorong dan mempersatukan bangsa lewat para pemudanya dengan menggunakan pendekatan yang sangat tepat dan cocok untuk mereka.

Pendekatan yang AMN Manado lakukan, yakni dengan cara mengajak dialog, berdiskusi serta melaksanakan beragam kegiatan sosial, yang mana seluruhnya bertujuan untuk mampu membangkitkan kesadaran dan juga kepekaan sosial anak muda.

Dengan menggunakan pendekatan yang sangat tepat untuk menyasar generasi muda penerus bangsa, maka menjadi tidak heran mengapa terus tumbuh rasa persaudaraan sangat kuat dari mereka.

Kegiatan lain yang BIN laksanakan dalam Asrama Mahasiswa Nusantara di Manado adalah mengadakan berbagai macam aktivitas yang sangat bermanfaat seperti kegiatan seminar, lokakarya hingga aksi sosial yang mampu menjadi ruang bagi anak muda untuk saling berbagi gagasan dan belajar. Sehingga, dengan adanya seluruh aktivitas bermanfaat tersebut, menjadikan mereka mengalami pertumbuhan sangat positif secara bersama-sama.

Bukan tanpa alasan mengapa anak muda harus terus mendapatkan bekal yang banyak dengan terbiasa melalui beragam kegiatan positif. Hal tersebut lantaran, AMN Manado sangat ingin menjadikan generasi muda penerus bangsa itu mampu meneruskan cita-cita dari para pendiri bangsa terdahulu.

Jika mereka sudah terbiasa untuk memegang teguh nilai-nilai serta cita-cita bangsa yang luhur, maka bukan tidak mungkin mereka akan tumbuh dan berkembang dengan menjadi insan berwawasan kebangsaan.

Gedung AMN Manado juga memiliki peranan yang sangat penting karena keberadaannya mampu dengan sangat efektif terus mendorong adanya pembangunan atau bangkitnya kesadaran para pemuda mengenai berbagai macam isu sosial dan politik yang tentunya terus relevan mengikuti perkembangan di Indonesia.

Tatkala kesadaran akan beragam isu sosial dan politik terlahir dari para anak muda, maka mereka akan terbuka pikirannya dengan sangat lebar serta bisa terus mengikuti terjadinya perkembangan apapun.

Sementara itu, Direktur Prasarana Strategis Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Ir. Essy Asiah menyampaikan bahwa tujuan dari pembangunan Asrama Mahasiswa Nusantara di Manado adalah sebagai wadah untuk mempersatukan para mahasiswa dari berbagai suku bangsa, bahasa, budaya, agama, yang seluruhnya berasal dari berbagai macam daerah di Indonesia.

Mereka juga berasal dari berbagai perguruan tinggi, sehingga ke depannya dengan banyaknya pelatihan dalam AMN Manado mampu mempersiapkan anak muda itu sebagai sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, berintegritas dan memiliki karakter kebangsaan.

Senada, Wakil Ketua Kelompok Kerja (Wakapokja) AMN Manado dari Badan Intelijen Negara (BIN), Idham Malik mengungkapkan bahwa memang gedung yang berdiri di atas lahan seluas 5 hektare itu untuk mempersatukan para mahasiswa dan mahasiswi yang berada di seluruh Indonesia.

Tujuan utamanya dengan adanya penyatuan berbagai macam latar belakang tersebut, yakni agar para anak muda itu bisa saling menghargai budaya mereka masing-masing meski dalam perbedaan, kemudian mereka juga bisa terus menjaga kerukunan, kekompakan dan semakin memperkuat hubungan antar anak bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Maka dari itu, banyak sekali sebenarnya kegunaan ataupun manfaat dari keberadaan AMN Manado. Bukan hanya sekedar menjadi wadah untuk berbagai aktivitas para mahasiswa semata, namun gedung tersebut juga sekaligus menjadi tonggak penyatuan antar berbagai latar belakang saling berbeda yang anak muda miliki di Indonesia.

Mahasiswa Universitas Sastra dan Budaya Universitas Sam Ratulangi (Unsrat)