IKN Menjadi Kebijakan Strategis Wujudkan Kemajuan Indonesia

4

Oleh : Andika Pratama 

Salah satu terobosan signifikan saat ini adalah kebijakan pembangunan Ibukota Negara Nusantara (IKN). Sebagai sebuah langkah optimis, pemindahan ibu kota dari Jakarta ke lokasi baru ini bertujuan untuk memajukan Indonesia secara holistik melalui pengembangan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi, dan peningkatan kualitas hidup.

Presiden Jokowi kembali mengunjungi IKN di Kalimantan Timur pada Rabu (17/1) dalam rangka melakukan Groundbreaking atau peletakan batu pertama sejumlah proyek di IKN. Setidaknya ada 10 proyek IKN yang diresmikan kepala negara. Adapun berbagai proses groundbreaking merupakan bagian dari persiapan jelang Upacara HUT RI 17 Agustus 2024.

Presiden Jokowi optimis bahwa pelaksanaan HUT RI 17 Agustus 2024 mendatang dapat dilaksanakan di IKN. Dirinya menilai perkembangan pembangunan IKN terus menunjukkan hasil yang baik yang ditandai makin banyaknya investasi masuk ke IKN. Satu di antaranya adalah Hotel Jambuluwuk Nusantara.

Tak hanya itu, Presiden Jokowi juga mengapresiasi pembangunan logistik hub oleh PT Pos Indonesia bekerja sama dengan PT Bina Karya. Menurut Presiden, hal itu akan melengkapi fasilitas dan infrastruktur yang belum ada di IKN. Presiden menambahkan bahwa kedepannya akan banyak lagi proyek yang akan memulai proses pembangunan atau groundbreaking, seiring dengan masuknya para investor. Namun, Presiden Jokowi menekankan bahwa Pemerintah akan sangat berhati-hati dan menyeleksi secara ketat investasi yang masuk.

Proyek pembangunan IKN mendapat sambutan positif dari berbagai pihak, termasuk dari kalangan legislatif. Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Henry menganggap proyek IKN di Kaltim berpotensi dapat meningkatkan kemajuan pembangunan khususnya di wilayah pulau Kalimantan. Adanya IKN baru Indonesia di Kaltim tentu akan berdampak terhadap pembangunan di Pulau Kalimantan termasuk Kalteng. Sebab, selama ini pembangunan masih terfokus di pulau Jawa atau bisa disebut dengan Jawasentris.

Keputusan untuk memindahkan ibu kota dari Jakarta, yang diumumkan pada 2019, bukanlah langkah yang diambil tanpa pertimbangan matang. Jakarta menghadapi tantangan serius, mulai dari banjir, kemacetan lalu lintas, dan penurunan tanah yang signifikan. Pemindahan ibu kota diharapkan akan mengatasi masalah ini sambil memberikan kesempatan untuk mengembangkan pusat pemerintahan yang lebih modern dan berkelanjutan.

Kepala Otoritas IKN, Bambang Susantono mengatakan membangun IKN Nusantara tidak sama dengan membangun kota biasa yang lebih didominasi oleh bangunan fisik dan infrastruktur semata. Menurutnya, proyek membangun Ibu Kota Nusantara adalah membangun roh, membangun masyarakat, dan membangun kedekatan sosial. Sebuah kota yang memiliki roh atau soul tidak membosankan karena masyarakat merasakan kebahagiaan.

IKN Nusantara diusulkan sebagai pusat kebijakan strategis yang akan menjadi lokomotif pengembangan nasional. Dengan infrastruktur modern dan fasilitas yang memadai, ibu kota baru ini diharapkan dapat memberikan lingkungan yang kondusif untuk pelaksanaan kebijakan dan pengambilan keputusan yang efisien. Pusat kebijakan yang efektif menjadi landasan bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu fokus utama dari rencana ini adalah pembangunan infrastruktur berkualitas internasional. Jaringan transportasi yang canggih, fasilitas kesehatan modern, dan teknologi informasi yang terintegrasi akan membentuk kerangka dasar bagi keberhasilan ibukota baru. Investasi besar-besaran dalam infrastruktur bertujuan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan penduduk saat ini tetapi juga untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Pemindahan ibu kota tidak hanya sekadar perubahan fisik, tetapi juga merupakan kesempatan untuk menciptakan pusat ekonomi baru yang berkelanjutan. Dengan membangun sektor ekonomi yang beragam, mulai dari industri hingga pariwisata, pemerintah berharap dapat menciptakan lapangan kerja baru dan menyebarkan pertumbuhan ekonomi ke wilayah yang lebih luas, mengurangi kesenjangan pembangunan antar daerah.

Kepala BPS Amalia Adiningrat Widyawati mengatakan Pertumbuhan ekonomi Pulau Kalimantan tercatat sebesar 4,83% pada kuartal III-2023. Di antara provinsi di dalamnya, Kalimantan Timur tercatat memiliki pertumbuhan terbesar, yakni 2,76%. Selain itu pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur ini didorong oleh pertumbuhan konsumsi 16,26%, sejalan dengan pembangunan IKN.

Satu aspek krusial dari pemindahan ibu kota adalah komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan. Langkah-langkah strategis diambil untuk meminimalkan dampak lingkungan dan memastikan bahwa pembangunan dilakukan dengan memperhatikan keseimbangan ekologis. Pelestarian alam dan lingkungan hidup menjadi pijakan utama dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek ini.

Keberhasilan pemindahan ibu kota tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Transparansi dalam proses pengambilan keputusan, keterlibatan masyarakat dalam perencanaan, dan pemberdayaan lokal menjadi komponen penting untuk memastikan bahwa ibukota baru benar-benar mencerminkan kebutuhan dan aspirasi rakyat Indonesia.

Sebagai kesimpulan, IKN bukan hanya sebagai tempat administrasi baru, tetapi juga simbol perubahan besar dalam perjalanan pembangunan Indonesia. Melalui infrastruktur berkualitas internasional, pemberdayaan ekonomi, dan komitmen terhadap keberlanjutan, pemindahan ibu kota menciptakan landasan untuk masa depan yang lebih baik. Dengan dukungan dan kolaborasi semua pihak, Indonesia menjelang era baru yang penuh potensi dan kemajuan.

 Penulis Adalah Mahasiswa Pasca Sarjana Uhamka