Ikuti Rakerda Percepatan Penurunan Stunting, Wabup Labuhanbatu Harap Bisa Tekan Stunting

16

Labuhanbatu-Intipnews.com: Plt Bupati Labuhanbatu Hj. Ellya Rosa Siregar S.Pd, MM, mengikuti Rakerda Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting, di Hotel Santika Premiere Dyandra Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis Nomor 7, Medan. Senin (25/3/2024). (foto). 

Di sela-sela kegiatan itu, Ellya Rosa Siregar mengatakan, dengan mengikuti Rakerda itu, Pemkab Labuhanbatu dapat terus berupaya menekan angka penurunan stunting di Kabupaten Labuhanbatu.

“Pemkab Labuhnbatu akan terus berupaya bekerja secara maksimal dalam menggenjot angka penurunan stunting di Kabupaten Labuhanbatu,”Pungkasnya.

Pj. Gubernur Hassanudin mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menargetkan prevalensi stunting di angka 14,5% tahun 2024. Untuk mencapai hal tersebut, Pemprov Sumut terus mempertajam (lebih tepat guna dan tepat sasaran) anggaran dan perbaikan data.

Pemprov Sumut berhasil menurunkan prevalensi stunting 2,2% di tahun 2023 menjadi 18,9%, dengan berbagai intervensi yang dilakukan. Di tahun ini, Pemprov Sumut juga akan lebih mempertajam anggaran untuk penurunan angka stunting, serta penggunaan teknologi untuk mendapat data yang akurat.

“Upaya penurunan prevalensi stunting kita berjalan dengan baik, kita akan terus tingkatkan dan tahun ini perlu penajaman anggaran dan juga evaluasi data, penggunaan teknologi untuk sistem data kita agar lebih baik,” kata Hassanudin.

Sekretaris Umum BKKBN Tavip Agus Rayanto sebagai Keynote Speaker pada kegiatan ini mengatakan, ada empat yang bisa dilakukan untuk menurunkan prevalensi stunting. Pertama penggunaan satu data dan memanfaatkan teknologi, fokus kepada ibu hamil, mengaktifkan posyandu, meningkatkan perhatian kepada baduta (bayi dua tahun), balita, sanitasi dan air bersih dan menyeleksi target intervensi bila terkendala masalah anggaran.

“Data itu penting karena kita bergerak dari situ, kalau untuk mengejar penurunan signifikan pada bulan Oktober nanti saat evaluasi fokus pada ibu hamil, baduta dan Posyandu, bukan berarti untuk jangka panjangnya menurun perhatiannya karena sampai saat ini penanganan stunting di Sumut sudah baik,” kata Tavip Agus Rayanto.(Itp AAT)