Jakarta-Intipnews.com:Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melaksanakan Pengarahan dan Penandatanganan Adendum Penambahan Kapasitas Kontrak Payung Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Terintegrasi. Agenda ini dilaksanakan dalam rangka pelaksanaan kegiatan Pengukuran, Pemetaan, dan Informasi Bidang Tanah PTSL Terintegrasi dengan sumber dana Pinjaman dan/atau Hibah Luar Negeri (PHLN) pada Integrated Land Administration and Spatial Planning Project (ILASPP).
Sekretaris Direktorat Jenderal Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang (Setditjen SPPR) selaku Pejabat Penandatangan Kontrak Payung Kegiatan Pengukuran, Pemetaan, dan Informasi Bidang Tanah PTSL Terintegrasi ILASPP, Yoga Suwarna, mengungkapkan bahwa Kementerian ATR/BPN berupaya memastikan ketersediaan penyedia kontrak payung sesuai dengan target yang telah ditetapkan selama 2-3 tahun ke depan. Adapun target Kegiatan Pengukuran, Pemetaan, dan Informasi Bidang Tanah PTSL Terintegrasi ILASPP naik tiga kali lipat dari tahun 2025, mencakup bidang seluas 1.684.210 Ha pada 127 satuan kerja di 19 provinsi. “Penambahan kapasitas penyedia yang disetujui Bank Dunia adalah sebesar 66.000 hektar terhadap 14 penyedia,” ujarnya.
Pada kesempatan ini, Kepala Bagian Manajemen Risiko, Sudarman Harjasaputra, berpesan kepada seluruh penyedia untuk memahami kontrak dengan baik dan mengantisipasi risiko yang mungkin saja terjadi. Di samping itu, Darman menghimbau penyedia untuk membangun komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah desa dan Kantor Pertanahan setempat.
Sependapat dengan hal tersebut, Basuki Syuryanto selaku Procurement Specialist PMU ILASPP mengungkapkan bahwa sinergi antara penyedia dan pelaksana sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan bersama. Basuki turut menghimbau seluruh penyedia untuk segera menginformasikan kendala yang dihadapi agar dapat segera tertangani.
Kegiatan pun dilanjutkan dengan Penandatanganan Adendum Penambahan Kapasitas Kontrak Payung Kegiatan Pengukuran, Pemetaan, dan Informasi Bidang Tanah PTSL Terintegrasi ILASPP yang dilakukan secara simbolis oleh Setditjen SPPR dan Kantor Jasa Surveyor Berlisensi (KJSB) Febrian Bayu yang meraih skor tertinggi: 9,75 dari hasil evaluasi kinerja penyedia oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Kebumen.Itp.ril







