Kolaborasi Masyarakat serta Aparat Keamanan Mampu Cegah dan Tangkal Paham Radikalisme

15

Oleh : Lukman Keenan Adar

Kolaborasi antara seluruh masyarakat di Indonesia serta aparat keamanan RI mampu dengan sangat efektif untuk mencegah sekaligus menangkal penyebaran paham radikalisme agar tidak semakin menggerogoti generasi muda penerus bangsa ini dan mengancam integritas Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam upaya menciptakan kolaborasi yang baik tersebut, aparat keamanan mengadakan kegiatan silaturahmi dengan warga dan memberikan himbauan mengenai bagaimana pentingnya untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat (kamtibmas).

Kegiatan silaturahmi tersebut berguna untuk mampu menangkal masuk dan senakin berkembangnya paham berbahaya seperti radikalisme, intoleransi dan terorisme di tengah masyarakat. Sehingga jelas sangat penting adanya sinergitas dan kemitraan diantara aparat keamanan dengan seluruh lapisan elemen masyarakat.

Ajun Inspektur Polisi Dua (Aipda) Edi menyampaikan bahwa paham radikal di tengah masyarakat sebenarnya bukanlah merupakan hal yang baru, bahkan sejak jaman orde baru sekalipun, banyak sekali paham radikal tersebut telah berkembang tetapi memang pada akhir-akhir ini saja perkembangannya menjadi semakin mengkhawatirkan.

Oleh sebab itu, karena sejauh ini perkembangan dari paham radikal semakin membahayakan dan masif di tengah masyarakat, maka menjadi sangat penting sikap kewaspadaan diri untuk bisa semakin ditingkatkan, utamanya agar lingkungan di masyarakat tidak semakin terpengaruh oleh adanya paham berbahaya itu.

Diimbau pula kepada seluruh masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan upaya propaganda yang terus saja digencarkan oleh para anggota penyebar paham radikal, karena kerap kali mereka menggunakan kedok atau jubah agama namun dibawakan dengan sangat tidak bertanggungjawab.

Hendaknya pula seluruh masyarakat tetap berwaspada dan mampu mengantisipasi diri mereka beserta keluarga mereka dari adanya ajaran yang menyesatkan, yang semakin menghancurkan keluarga dan tatanan bernegara.

Tidak henti-hentinya aparat keamanan terus memberikan imbauan atau sosialisasi kepada seluruh masyarakat tentang bagaimana berbahayanya paham radikalisme, terorisme dan intoleransi itu dan diharapkan pula kepada seluruh masyarakat untuk tidak sampai terjerumus dan terpengaruh oleh adanya paham berbahaya tersebut.

Beberapa langkah bisa dilakukan oleh masyarakat, utamanya dalam terlibat secara aktif dan bekerja bersama dengan aparat keamanan untuk membantu pemerintah dalam upaya pemberantasan paham radikalisme, terorisme dan intoleransi. Hal sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan semakin meningkatkan kesadaran diri masing-masing serta mengajak sesama warga untuk terus menjaga kerukunan dan menghormati adanya keberagaman.

Tidak bisa dipungkiri bahwa bangsa Indonesia memang terlahir menjadi sebuah bangsa yang di dalamnya sangat banyak terjadi perbedaan diantara masyarakatnya. Namun justru dengan adanya perbedaan serta tetap menjaga persatuan dan kesatuan itulah yang menjadi titik kekuatan bangsa Indonesia bahkan bisa melawan para penjajah.

Kemudian, langkah lain yang bisa dilakukan oleh masyarakat dalam membantu upaya aparat keamanan dan pemerintah dalam mencegah penyebaran paham radikalisme adalah dengan secara aktif melaporkan jika menemui tindak yang dirasa mencurigakan dan mengindikasikan ke arah gerakan radikal.

Karena dengan pelaporan yang tepat waktu, sehingga sangat membantu aparat keamanan untuk langsung melakukan tindakan dengan cepat dan tanggap pada saat itu juga sehingga mencegah kemungkinan orang atau kelompok radikal tersebut dalam beraksi.

Dengan adanya beberapa Safari Kamtibmas yang digencarkan oleh aparat keamanan, maka diharapkan keterlibatan secara aktif dari masyarakat juga bisa semakin membuka saluran komunikasi yang jauh lebih baik lagi antara pihak aparat keamanan dengan masyarakat demi menanggulangi permasalahan kamtibmas serta melakukan pencegahan pada penyebaran paham terorisme, intoleransi dan radikalisme sehingga mampu menciptakan lingkungan yang semakin aman serta kondusif.

Untuk penyebaran paham radikalisme sendiri, kelompok ini juga sangat memahami akan perkembangan jaman. Maka dari itu kini mereka bertransformasi untuk menyebarluaskan ajaran mereka melalui berbagai macam platform dunia digital termasuk media sosial.

Terlebih, dalam media sosial jaman sekarang ini memungkinkan seluruh pihak bisa mengunggah apapun dan menjadi produsen akan wacana yang mereka kembangkan. Sehingga hal itu akan sangat mudah untuk menarik banyak simpatisan, khususnya dari kaum generasi muda yang mungkin masih labil dan belum cukup banyak pengalamannya, serta mereka juga merupakan pengguna aktif media sosial.

Untuk itu, masyarakat diimbau untuk yidak mudah terpangaruh oleh berbagai macam isu negatif yang bisa saja hal tersebut sengaja dilontarkan oleh kelompok radikal demi menyebarkan ajaran mereka.

Sebagaimana data temuan dari Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) bahwa setidaknya terdapat tiga kelompok yang rentan akan paparan radikalisme, yakni kelompok wanita, anak-anak dan juga para remaja berusia 11 hingga 26 tahun yang sangat aktif di dunia digital.

Mencegah dan menangkal penyebaran paham radikalisme memang menjadi sangat penting dan harus terus dikawal oleh seluruh pihak. Maka dari itu, adanya kolaborasi yang baik antara masyarakat dan aparat keamanan untuk menyukseskan pemutusan mata rantai penyebaran paham radikal itu sangat perlu untuk dilakukan.

Penulis adalah kontributor Persada Institute