NKRI Belum Utuh Tanpa Kehadiran Papua sebagai Bagian Tanah Air

6
Oplus_131072

Oleh : Liben Wenda 

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah satu kesatuan yang kokoh, tetapi keutuhan dan kelengkapan tanah air ini belum dapat dikatakan sempurna tanpa kehadiran Papua sebagai bagian integral dari Indonesia. Papua, dengan segala kekayaan alam dan keragaman budaya yang dimilikinya, memegang peran penting dalam memperkuat fondasi bangsa Indonesia. Sebagai salah satu provinsi yang memiliki potensi besar dalam berbagai aspek, termasuk sumber daya alam, budaya, dan manusianya, telah menjadi fokus utama bagi pemerintah Indonesia dalam upaya pembangunan

Papua, dengan keindahan alamnya yang memukau, bukan hanya sekadar wilayah yang harus dipertahankan, tetapi juga adalah cerminan dari kemajemukan yang menjadi salah satu kekayaan Indonesia. Kehadirannya tidak hanya memberikan tambahan luas wilayah, tetapi juga menambah kekayaan budaya, tradisi, dan kearifan lokal yang menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas bangsa Indonesia.

Sebagai bukti nyata memastikan Papua benar-benar menjadi bagian yang utuh dan kokoh dari NKRI, yang lebih dari sekadar keberadaan geografis. Pemerintah melakukan berbagai pemahaman mendalam untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi masyarakat serta upaya nyata untuk memperbaiki kondisi sosial, ekonomi, dan politik di wilayah tersebut.

Upaya pemberdayaan ekonomi, peningkatan kesejahteraan sosial, dan pemberian akses yang adil terhadap pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur adalah langkah-langkah penting yang dilakukan pemerintah untuk memastikan bahwa Papua benar-benar merasakan manfaat menjadi bagian dari NKRI. Selanjutnya, masyarakat diminta juga berperan aktif mendukung kebijakan pemerintah dalam memajukan Papua.

Kapolda Papua, Irjen. Pol. Mathius D. Fakhiri mengajak pemuda Saireri yang tergabung dalam Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) untuk aktif dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dia menekankan pentingnya peran pemuda dalam menjaga kesatuan dan persatuan bangsa, serta dalam mendukung upaya pemberantasan korupsi.

Selain itu, dialog yang terbuka dan inklusif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tokoh masyarakat menjadi kunci untuk merumuskan pembangunan berkelanjutan bagi Papua.

Selain dari segi pembangunan fisik, pemerintah juga berkomitmen untuk memperkuat dialog dan komunikasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan pemimpin Papua sendiri. Dialog yang terbuka dan inklusif ini menjadi sarana penting untuk menyelesaikan konflik, memperbaiki kondisi sosial dan politik, serta merumuskan kebijakan yang lebih efektif dan berkelanjutan untuk Papua.

Selain itu, pemerintah juga mendorong kerjasama antara sektor swasta, lembaga internasional, dan lembaga masyarakat sipil dalam pembangunan Papua. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan Papua serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Papua secara keseluruhan.

Tokoh Pemuda Papua, Ali Kabiay, menyampaikan agar masyarakat menolak keras upaya kelompok separatis seperti ULMWP yang terus mengkampanyekan kemerdekaan Papua. Baginya, tindakan tersebut menghina proses demokrasi yang sudah dijalankan oleh rakyat Papua dalam pemilihan umum seperti Pilkada, Pilpres, dan pemilihan legislatif, di mana orang asli Papua juga ikut serta. Ali Kabiay menekankan bahwa kelompok separatis yang hidup di luar negeri seharusnya tidak mengklaim diri sebagai pemimpin Papua, karena kehadiran mereka di Papua baru sekali ini tidak memberikan kontribusi yang berarti bagi masyarakat Papua.

Ali juga mencatat bahwa Presiden Joko Widodo telah menunjukkan perhatian yang besar terhadap Papua dan Papua Barat melalui program pemerataan pembangunan, salah satunya melalui alokasi dana desa dalam APBN. Dia menegaskan bahwa kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh generasi muda Papua untuk membangun Papua yang lebih baik. Dia juga menekankan pentingnya penggunaan dana desa secara bijaksana oleh kepala desa atau kepala kampung agar dapat memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

Ali juga mendorong semua pihak, termasuk generasi muda, untuk berpartisipasi dalam membangun Papua yang sejahtera dan menentang provokasi yang tidak bermanfaat bagi masa depan Papua. Ali menegaskan bahwa Papua adalah bagian integral dari Indonesia dan akan tetap demikian selamanya. 

Sebagai negara yang berlandaskan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga keutuhan dan keberagaman wilayahnya, termasuk Papua. Hanya dengan memperlakukan Papua sebagai bagian yang tak terpisahkan dari tanah air, kita dapat mencapai cita-cita bersama sebagai bangsa yang maju, damai, dan sejahtera.

Oleh karena itu, mari bersama-sama membangun Papua sebagai bagian yang utuh, kokoh, dan sejahtera dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, sehingga NKRI benar-benar dapat berkembang dengan sempurna sesuai dengan semangat kemerdekaan dan persatuan yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu kita.

Dengan komitmen yang kuat dari pemerintah dan partisipasi aktif dari seluruh stakeholder, Papua akan terus berkembang sebagai bagian yang utuh dan kokoh dari NKRI. Pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan akan menjadi landasan bagi Papua untuk meraih potensinya sebagai salah satu wilayah yang maju dan sejahtera di Indonesia. Dengan demikian, Papua akan tetap menjadi kebanggaan bagi bangsa Indonesia dan menjadi cermin dari keberhasilan kita dalam membangun negara yang adil, merata, dan berkeadilan bagi seluruh rakyatnya.

Mahasiswa asal Papua di Makassar