Pembangunan AMN Manado Upaya BIN Dalam Keberhasilan Wujudkan Pendidikan Maju Sulawesi Utara

18

Oleh : Dwi Cahya Alfarizi

Upaya Badan Intelijen Negara Republik Indonesia (BIN) dalam melakukan pembangunan Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) di Manado telah menjadi sebuah tonggak keberhasilan akan perjalanan pendidikan di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) selama ini.

Mengenai hal tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulawesi Utara (Sulut), Steve H.A. Kepel mengungkapkan bahwa sejatinya pendidikan sendiri bukanlah hanya menjadi tanggung jawab yang dibebankan kepada Pemerintah Republik Indonesia (RI) semata, melainkan menjadi sebuah tanggung jawab yang hendaknya mampu diemban oleh semua pihak termasuk dari pihak swasta juga.

Maka dari itu dirinya sangat berharap bahwa dengan adanya keberadaan pembangunan AMN di Manado bukan hanya sekedar menjadi sebuah tempat tinggal yang sangat layak dan nyaman saja bagi para mahasiswa, namun juga sekaligus mampu menjadi laboratorium sosial, intelektual dan kewirausahaan karena di dalamnya BIN tidak hanya sekedar mencetak generasi penerus bangsa yang cerdas saja, tetapi pembangunan itu mampu menjadi tonggak keberhaslan dalam perjalanan pendidikan di wilayah Sulawesi Utara.

Nantinya, Asrama Mahasiwa Nusantara di Manado itu akan diisi oleh para mahasiswa dari berbagai daerah lain seperti Papua, Aceh dan lainnya, yang mana tentunya mereka semua terdiri dari banyak latar belakang suku, agama, ras hingga budaya. Sehingga diharapkan pula akan terjadi sebuah harmonisasi yang baik bagi kehidupan penerus bangsa yang bebas dari ancaman bahayanya paham radikalisme dan separatisme.

Pasalnya, jika paham radikalisme dan separatisme itu tidak dihalau sedini mungkin, khususnya kepada para pemuda, maka mereka akan tumbuh dan berkembang menjadi sosok yang sangat anti akan adanya perbedaan dan tidak mampu menerima ataupun menghormati jika menjumpai ketidaksamaan di depan matanya.

Sedangkan di Indonesia sendiri, bahkan sejak jaman dulu sebelum masa kemerdekaan saja sejatinya bangsa ini merupakan bangsa yang di dalamya dihuni oleh seluruh masyarakat yang saling berbeda. Namun justru dengan adanya perbedaan itu, ketika mampu bersatu padu, nyatanya menghasilkan sebuah kekuatan yang sangat luar biasa bahkan mampu melawan dan mengusir para penjajah demi meraih kemerdekaan.

Selain itu, memang sangat penting membekali para generasi muda penerus bangsa itu akan adanya realisasi sikap yang saling mampu toleran antar satu sama lain. Terlebih, kini pergerakan dari kelompok separatisme dan radikalisme memang terus gencar dilakukan, bahkan mereka juga melakukan pendekatan melalui media sosial, yang mana sangat gemar diakses oleh para pemuda.

Jika pendidikan akan wawasan kebangsaan tidak kuat tertanam dalam lubuk hati para pemuda generasi penerus bangsa itu, tentunya nanti mereka akan dengan sangat mudah dihasut dan terprovokasi oleh banyaknya propaganda serta isu yang terus dilemparkan oleh para propagandis kelompok separatisme dan radikalisme demi merongrong Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Tidak bisa dipungkiri bahwa saat ini gelombang gerakan kelompok radikalisme dan separatisme terus berkembang dan mereka tengah menyasar generasi muda penerus bangsa karena dianggap para pemuda itu masih tengah dalam proses pencarian jati diri dan masih labil akan emosinya sehingga jelas akan sangat mudah dipengaruhi.

Dengan adanya keberhasilan akan pendidikan wawasan kebangsaan dan juga sikap saling tenggang rasa atau toleransi yang berupaya ditanamkan oleh Badan Intelijen Negara (BIN) pada para generasi muda melalui pembangunan AMN di Manado, hal tersebut menjadi tonggak keberhasilan yang sangat bagus akan perkembangan sektor pendidikan di Sulawesi Utara.

Asrama Mahasiswa Nusantara sendiri memang merupakan sebuah sarana berupa asrama atau hunian bagi para mahasiswa dalam rangka membangun rasa kebhinnekaan dan persatuan Indonesia kepada seluruh generasi muda penerus bangsa.

Bahkan, langkah untuk terus membangun rasa kebhinnekaan dan persatuan Indonesia itu sendiri juga telah tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 106 Tahun 2021 yang menimbang bahwa untuk semakin meningkatkan nilai kebhinnekaan nasional serta rasa persaudaraan sebangsa bagi seluruh mahasiswa yang memiliki keragaman suku, Bahasa, kebudayaan dan agama dan sekaligus mereka berasal dari berbagai penjuru perguruan tinggi, maka sangat diperlukan dilakukannya pembauran antar mahasiswa itu melalui pembangunan dan pengelolaan AMN yang dilakukan oleh BIN.

Para penghuni Asrama Mahasiwa Nasional itu merupakan penerima beasiswa AMN yang di dalamnya merupakan para putra dan putri terbaik bangsa ini. Selain menjadi sebuah hunian, namun AMN juga menyediakan banyak program pembinaan bagi mahasiswa bersama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) serta Badan Intelijen Negara yang akan memberikan pembinaan kebangsaan untuk mereka.

Tentunya sama sekali tidak berlebihan jika menganggap bahwa upaya yang dilakukan oleh BIN melalui inisiasi pembangunan AMN di Manado itu bahkan menjadi sebuah tonggak akan keberhasilan perjalanan pendidikan di Sulawesi Utara, karena di dalamnya sangat penting bagi generasi muda penerus bangsa untuk bisa saling hidup rukun berdampingan sehingga mereka mampu menangkal berkembangnya paham radikalisme dan separatisme.

Kontributor Persada Institute