Pembangunan IKN Berikan Dampak Positif Pada Sektor Properti di Kalimantan

8

Oleh :  Safira Tri Ningsih 

Pemerintah Republik Indonesia (RI) terus menggencarkan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, yang dinilai mampu memberikan dampak sangat luar biasa pada peningkatan sektor properti di Kalimantan.

Tidak bisa dipungkiri bahwa memang relokasi Ibu Kota Negara (IKN) ke Nusantara, Provinsi Kalimantan Timur yang dicanangkan oleh pemerintah tersebut telah memberikan banyak dampak positif bagi masyarakat setempat. Bukan hanya sektor properti saja yang meningkat, namun termasuk pada sektor ruang ritel atau pusat perbelanjaan.

Karena dampaknya yang begitu luar biasa, menjadikan sejumlah pelaku bisnis ritel dengan jaringan toko yang luas, baik itu secara nasional maupun internasional rela mengantri untuk bisa mengisi atau menjadi bagian dari pusat perbelanjaan di IKN Nusantara.

Sebagai salah satu contoh nyata, yakni Big Mall Samarinda yang merupakan sebuah pusat perbelanjaan terbesar di Kalimantan Timur dengan luas area rewa atau net leasable area hingga 90 ribu meter persegi dari total bangunan 200 ribu meter persegi. Dalam tiga tahun terakhir ini, mall tersebut berhasil mencatat adanya peningkatan tingkat hunian menjadi 80 persen dengan berbagai macam nama produk populer seperti Sogo Department Store, Uniqlo, H&M, Hypermart, Starbucks, ACE Hardware, L’occitane dan lain sebagainya.

Mengenai adanya peningkatan tersebut, General Manager Big Mall Samarinda, Iman Sumantri menuturkan bahwa meningkatkan tingkat hunian ternyata memang berkorelasi sangat positif dengan adanya pemindahan IKN ke Kalimantan Timur.

Tatkala proyeksi pemindahan IKN tersebut diumumkan oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) pada tahun 2019 silam, pihaknya langsung melakukan antisipasi. Termasuk juga para pelaku bisnis ritel pun terus menunjukkan minat kuat mereka dengan cara menjalin hubungan.

Meski sempat terjadi penundaan investasi dari para peritel diakibatkan oleh COVID-19 yang melanda Indonesia beberapa waktu lalu, namun nyatanya penundaan penanaman modal tersebut sama sekali tidak berlangsung dalam waktu yang lama. Nyatanya setelah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) resmi dicabut oleh Pemerintah RI kala itu, para pebisnis ritel pun mulai merealisasikan ekspansi mereka kembali ke IKN Nusantara.

Pada akhir tahun 2022 lalu, Big Mall Samarinda sendiri berhasil mencatatkan closing penambahan hingga sebanyak 28 ritel atau tenant. Setelah itu, berselang satu tahun kemudian, capaian tersebut mampu terlampaui dengan adanya tambahan hingga lebih dari 30 tenant.

Bukan hanya sekedar penambahan tenant saja, namun tingkat kunjungan dari masyarakat pun juga sudah pulih kembali menuju pada kondisi normal seperti saat sebelum terjadinya pandemi Covid-19.

Sebagai informasi, bahwa saat ini, pusat perbelanjaan yang dikembangkan oleh PT Borneo Inti Graha (PT BIG) itu telah dikunjungi oleh 20 ribu orang pada hari kerja atau weekdays, kemudian terjadi peningkatan hingga mencapai 30 ribu atau 40 ribu kunjungan orang pada akhir pekan atau weekend.

Diprediksikan pula bahwa tingkat kunjungan maupun jumlah para pebisnis ritel atau tenant akan terus semakin naik selaras dengan percepatan pembangunan dan perkembangan IKN Nusantara yang memang semakin masif dilakukan oleh Pemerintah RI di Kalimantan Timur.

Sedangkan untuk dampak bagi tren di dunia properti seperti di dua kota besar di Kalimantan Timur, yakni Balikpapan dan Samarinda, dengan adanya IKN Nusantara itu juga menjadikan kedua kota besar tersebut mendapatkan berkah, yaitu peningkatan ekonomi langsung sangat signifikan melesat.

Sebagaimana data yang dipaparkan oleh Marisa Jaya, Head of Research 99 Group, bahwa di Balikpapan sendiri mengalami pertumbuhan permintaan hingga sebesar 57 persen terhitung sejak bulan Januari hingga September 2023 lalu. Kemudian di Samarinda terdapat peningkatan 1 persen.

Maka dari itu, jelas terlihat bahwa adanya pembangunan IKN Nusantara sendiri mampu memberikan dampak yang sangat nyata pada kondisi ekonomi di Kalimantan Timur termasuk di beberapa kota di sana.

Meski begitu, ternyata pembangunan IKN Nusantara yang digencarkan oleh Pemerintah RI sendiri sama sekali tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik berupa gedung-gedung perkantoran dan pemukiman saja, melainkan masyarakat di Kaltim juga sangat memperoleh adanya keuntungan lain seperti peningkatan keandalan layanan seperti pasokan listrik yang memadai di kawasan itu.

Wakil Bupati Bulungan, Ingkong Ala mengungkaokan bahwa bukan hanya pembangunan pada aspek fisik saja yang terjadi di sana, namun turut terjadi peningkatan pada beberapa sektor lain seperti ekonomi dan pendidikan. Bukan hanya itu, namun potensi akan pengembangan sektor perkebunan, pertanian juga terus memberikan kontribusi secara signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat.

Mulai dari sektor ekonomi, properti, pendidikan, termasuk juga keandalan layanan yang diterima oleh masyarakat Kalimantan Timur turut terbantu dan meningkat secara signifikan. Seluruhnya berkat adanya percepatan pembangunan IKN Nusantara yang digencarkan oleh Pemerintah RI. Dengan demikian, diharapkan bisa memacu semangat para pengembang properti yang tertarik untuk berinvestasi dan membangun proyek-proyek di IKN di masa mendatang.

Penulis adalah Kontributor Daris Pustaka