Medan-Intipnews.com:Pemerintah langsung bereaksi cepat sejak hari pertama banjir dan tanah longsor melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Penanganan darurat difokuskan pada penyelamatan warga, pemulihan akses vital, serta percepatan distribusi bantuan kemanusiaan.
Sehingga penting bagi masyarakat untuk berperan aktif dalam membantu upaya tersebut, yakni dengan juga melestarikan alam.
Presiden Prabowo meminta agar kesadaran masyarakat terkait pelestarian alam bisa lebih masif sejak sedini mungkin, bahkan jika perlu akan ditambahkan pada mata pelajaran di sekolah.
“Ini juga saya kira mungkin para guru-guru di seluruh Indonesia mulai, saya yakin sudah mulai, tapi perlu kita tambah dalam silabus, dalam mata pelajaran, juga kesadaran akan sangat pentingnya kita menjaga lingkungan alam kita,” katanya.
Lebih lanjut, menurutnya, bencana alam akibat kerusakan lingkungan merupakan sebuah tantangan yang harus bisa dihadapi.
“Ini mengingatkan kita bahwa dunia penuh dengan tantangan, perubahan iklim, pemanasan global, kerusakan lingkungan, ini menjadi tantangan yang harus kita hadapi,” ungkap Presiden Prabowo.
Presiden menekankan pemerintah telah mengerahkan jalur darat dan udara meski kondisi lapangan sangat menantang akibat akses terputus dan cuaca ekstrem.
“Pemerintah bergerak cepat,” tegasnya.
“Kita dari hari-hari pertama sudah bereaksi, sudah mengirim bantuan dan reaksi melalui jalur darat dan udara,” ungkap Kepala Negara.
“Tetapi memang kondisinya sangat berat, banyak yang terputus, cuaca juga masih tidak memungkinkan, kadang-kadang juga helikopter dan pesawat kita sulit untuk mendarat,” ujar Presiden.
Upaya percepatan tersebut diperkuat oleh adanya dukungan TNI Angkatan Laut.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut Laksamana Pertama Tunggul menyatakan pengerahan alutsista dan personel dilakukan untuk memastikan evakuasi dan distribusi bantuan berjalan aman.
“Langkah cepat ini dilakukan sebagai bentuk respons atas meningkatnya kebutuhan evakuasi, distribusi bantuan, serta penanganan medis di daerah terdampak,” kata Tunggul.
Berbagai kapal perang, helikopter, personel Kopaska, serta tim kesehatan marinir dikerahkan untuk mendukung operasi kemanusiaan.
Di tingkat koordinasi nasional, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto langsung memimpin penanganan darurat dari Sumatera Utara dengan mendirikan posko terpadu di Tarutung.
“Seperti yang telah kita lakukan sebelumnya di Majenang (Cilacap) dan Banjarnegara, bahwa operasi pencarian dan pertolongan akan menjadi prioritas utama,” ungkapnya.
“Termasuk pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak,” jelas Suharyanto.
Ia juga menegaskan pemerintah akan menggelar operasi modifikasi cuaca.
“Kita juga akan menggelar OMC demi percepatan penanganan darurat,” tegasnya.
Di tengah kerja cepat tersebut, seluruh masyarakat juga harus mampu menjaga kelestarian lingkungan agar bencana demikian bisa diminimalisasi di kemudian hari.Itp.r







