Pemerintah Kembangkan Peningkatan Pelayanan Publik di Ibu Kota Nusantara

7
Oplus_131072

Oleh : Teja Wulan Raditya

Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara diusung dengan konsep Smart City, sebuah model pembangunan kota yang mengintegrasikan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas hidup warganya. Smart City memiliki tujuan utama untuk memberikan pelayanan publik yang efisien, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, dan menjaga keseimbangan lingkungan. Pemindahan ibu kota diarahkan untuk menciptakan pusat administrasi yang modern, efisien, dan berkelanjutan.

Konsep Smart City yang diadopsi oleh IKN Nusantara menempatkan keberlanjutan dan ramah lingkungan sebagai fokus utama. Pembangunan ini dirancang untuk mengurangi dampak negatif terhadap alam sekitar. Penerapan teknologi terkini, penggunaan energi terbarukan, dan manajemen limbah yang efisien adalah beberapa aspek yang diintegrasikan untuk mencapai tujuan ini.

Menurut Kepala Otorita IKN, Bambang Susantono, adanya proyek IKN ini membuktikan bahwa, negara Indonesia mampu bersaing dengan kota negara-negara lain dalam menerapkan konsep smart city. Penerapan IKN berkonsep smart city negara Indonesia juga didukung dengan platform digital yang memadai salah satunya dengan hadirnya perusahaan teknologi Microsoft pada proyek IKN yang menelan anggaran negara sebesar Rp26,5 triliun ini. Sehingga, peningkatan publik nantinya juga akan semakin efektif dan dapat menjadi contoh kota – kota lain di Indonesia. 

Eksperimen untuk meningkatkan layanan publik merupakan langkah yang penting untuk meningkatkan efisiensi, kualitas, dan kepuasan masyarakat terhadap layanan yang diberikan oleh pemerintah. Beberapa langkah yang tengah dilakukan OIKN yaitu melakukan analisis menyeluruh terhadap layanan publik yang ada dan identifikasi area mana yang perlu ditingkatkan. Ini bisa berupa area di mana terdapat keluhan atau kebutuhan masyarakat yang belum terpenuhi dengan baik. Setelah mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan, OIKN tengah membuat hipotesis tentang bagaimana layanan tersebut dapat ditingkatkan. Hipotesis ini harus spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan memiliki batasan waktu yang jelas. Selanjutnya, masyarakat akan diberikan kesempatan untuk memberikan umpan balik atau respon kritik terhadap pelayanan dari pemerintah. Hal tersebut untuk memastikan bahwa layanan publik terus meningkat sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat. 

IKN akan menjadi pusat percontohan peningkatan layanan publik bagi seluruh kota di Indonesia karena Kota dapat mengimplementasikan sistem pelayanan online terpadu yang memungkinkan warga untuk mengakses berbagai layanan publik melalui platform digital, seperti pembayaran pajak, pengurusan izin, atau pengaduan masyarakat. Penerapan sistem ini dapat meningkatkan efisiensi dan kenyamanan bagi warga. Selanjutnya, IKN dapat memperkenalkan program penghargaan kinerja untuk instansi pelayanan publik yang mencapai atau melebihi target kinerja tertentu. 

Dengan demikian, akan ada insentif bagi pegawai untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat. IKN juga dapat membentuk platform pengaduan publik yang transparan dan responsif, di mana masyarakat dapat melaporkan masalah atau keluhan mereka terkait dengan layanan publik. Tim pengaduan dapat bekerja untuk menyelesaikan masalah dengan cepat dan menyediakan umpan balik kepada pelapor. 

Selanjutnya, IKN dapat meningkatkan aksesibilitas informasi publik dengan menyediakan portal informasi yang mudah diakses melalui internet atau aplikasi seluler. Informasi seperti anggaran kota, proyek-proyek pembangunan, atau kebijakan publik harus disampaikan secara transparan kepada masyarakat.

Mengingat setiap kota memiliki tantangan beragam dan kebutuhan masing- masing yang unik, maka penting untuk menyesuaikan strategi peningkatan layanan publik dengan kondisi lokal dan belajar dari tata kelola kota di IKN sebagai bahan rujukan yang nantinya akan efektif meningkatkan layanan publik secara merata dan profesional. 

Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Alimuddin mengatakan bahwa di IKN, tidak hanya fokus pada pendidikan tradisional, tetapi juga menerapkan model “Beyond Schooling” yang menekankan pengembangan bakat dan minat individu peserta didik. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengembangkan bakat peserta didik, menyiapkan mereka untuk menjadi pemimpin masa depan yang cerdas dan inovatif. OSN merupakan bagian dari upaya IKN untuk mengimplementasikan konsep pendidikan yang berorientasi pada masa depan. 

IKN juga dapat memanfaatkan teknologi cerdas, seperti Internet of Things (IoT) atau analisis data, untuk meningkatkan efisiensi dalam penyediaan layanan publik. Contohnya adalah penggunaan sensor untuk memantau kualitas udara atau lalu lintas, serta penggunaan analisis data untuk merencanakan rute transportasi publik yang lebih efisien. 

Pembangunan IKN di Kalimantan tentu saja bukan semata-mata pindah pusat pemerintahan atau sekadar memindahkan gedung-gedung. Bukan juga semata mencari lokasi yang strategis, bukan juga sekadar merancang desain arsitektur yang indah. Melainkan harus memiliki visi yang besar ke depan, salah satu visinya adalah menjadi smart metropolis yang compact dan modern agar dapat menjadi contoh kota – kota di Indonesia. 

Dalam kesimpulannya, IKN merupakan investasi jangka panjang Bangsa Indonesia dalam menghadapi kondisi global ke depan. Kesuksesan pembangunan IKN juga akan berdampak pada pemerataan ekonomi Indonesia hingga ke seluruh pelosok negeri. Kerja sama dan kepercayaan masyarakat sangat dibutuhkan dalam mendukung terwujudnya IKN yang diharapkan menjadi kota yang menjadi pusat peradaban dunia.

 Penulis Merupakan Pengamat Kebijakan Publik