Pemerintah Lakukan Penanganan Pascabencana Sumatera Secara Holistik

Oplus_131072

Jakarta-Intipnews.com:Pemerintah Republik Indonesia terus mengintensifkan penanganan pascabencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera, meliputi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa penanganan pascabencana tidak boleh dilakukan secara parsial. 

“Negara harus hadir secara utuh. Kita tidak hanya membangun kembali rumah yang rusak, tetapi juga memulihkan kehidupan, penghidupan, dan masa depan masyarakat yang terdampak bencana,” ujar Presiden Prabowo dalam rapat koordinasi penanganan bencana di Aceh Tamiang. 

Penanganan dilakukan secara holistik dengan mengintegrasikan langkah tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi jangka menengah hingga panjang guna memastikan pemulihan menyeluruh bagi masyarakat terdampak.

Berdasarkan data pemerintah hingga awal Januari 2026, bencana hidrometeorologi tersebut menyebabkan lebih dari seribu korban jiwa, puluhan ribu warga mengungsi, serta kerusakan signifikan pada rumah tinggal, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, dan infrastruktur dasar. Menyikapi kondisi tersebut, pemerintah pusat bergerak cepat dengan melibatkan lintas kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, TNI – Polri, serta dukungan dunia usaha dan masyarakat.

Pemerintah telah mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) serta menyiapkan program relokasi permanen di wilayah yang dinilai rawan bencana. Selain itu, pemulihan fasilitas umum seperti sekolah, puskesmas, rumah sakit, dan sarana transportasi menjadi prioritas agar aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat dapat segera berjalan normal.

Di bidang sosial, Kementerian Sosial menyalurkan bantuan logistik, bantuan tunai, serta santunan bagi keluarga korban meninggal dan luka berat. Program pemulihan ekonomi juga digulirkan melalui bantuan usaha mikro dan pemberdayaan masyarakat agar warga terdampak dapat kembali mandiri.

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengapresiasi langkah pemerintah yang menempatkan aspek kemanusiaan sebagai prioritas utama. 

“Pendekatan holistik ini sangat penting agar masyarakat tidak hanya selamat dari bencana, tetapi juga mampu bangkit dan melanjutkan kehidupan secara berkelanjutan,” katanya.

Untuk mendukung keberlanjutan program, pemerintah memastikan ketersediaan anggaran pemulihan bencana tanpa mengganggu program prioritas nasional lainnya. Sinergi dengan BUMN, sektor swasta, serta partisipasi publik juga terus diperkuat sebagai bagian dari gotong royong nasional.

Dengan pendekatan terintegrasi dan berkelanjutan, pemerintah optimistis proses pemulihan pascabencana di Sumatera dapat berjalan efektif, adil, dan memberikan perlindungan jangka panjang bagi masyarakat, sekaligus memperkuat ketangguhan wilayah terhadap risiko bencana di masa mendatang.Itp.r