Pemerintah Tegaskan Keselamatan Pilot Susi Air sebagai Prioritas Utama

3

Oleh : Loa Murib 

Pemerintah masih konsisten dan terus berupaya untuk membebaskan Pilot Susi Air, Philip Mark Mehrtens, yang disandera oleh Kelompok Separatis Teroris (KST) Papua. Meskipun proses pembebasan menghadapi berbagai hambatan dan tantangan, namun pemerintah tetap berkomitmen teguh untuk menjaga keselamatan Mehrtens.

Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Selandia Baru, Christopher Luxon, menegaskan komitmen pemerintah untuk memprioritaskan keselamatan Pilot Susi Air yang disandera oleh KST di Papua. Meskipun berupaya keras untuk membebaskannya, pemerintah tetap mengutamakan keamanan sang pilot yang telah disandera lebih dari setahun.

Sejak insiden penyanderaan Pilot Mehrtens pada 7 Februari 2023 lalu, Pemerintah telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Selandia Baru di Jakarta, guna memberikan akses misi kekonsuleran, dan terus berusaha untuk membebaskan sandera dengan pendekatan persuasif. Wapres Ma’ruf juga menyoroti upaya melibatkan tokoh agama dan masyarakat setempat di Papua untuk mediasi, yang disambut baik oleh PM Luxon.

Keselamatan pilot dalam situasi sensitif ini diutamakan demi menghindari resiko yang tidak diinginkan. Pendekatan persuasif dipilih sebagai strategi untuk menyelesaikan kasus ini, dan apresiasi atas komitmen Indonesia tersebut telah dinyatakan oleh pihak Selandia Baru.

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Hadi Tjahjanto mengungkapkan upaya baru dalam pembebasan Pilot Susi Air yang disandera oleh KST Dalam pertemuannya dengan tokoh dari Nduga, terbuka opsi pendekatan melalui gereja untuk membantu pembebasan pilot tersebut.

Meskipun baru pada tahap pembicaraan, ini menunjukkan komitmen berbagai pihak untuk memastikan keselamatan pilot menjadi prioritas utama. Menko Polhukam berharap agar tindakan konkret segera dilakukan untuk mempercepat pembebasan.

Namun, ada tantangan yang dihadapi dalam proses negosiasi ini. Kapolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri, menyoroti adanya pihak ketiga yang menghalangi proses pembebasan, meskipun proses negosiasi sebelumnya menunjukkan harapan positif. Hal ini menunjukkan bahwa upaya pembebasan tidak hanya melibatkan pemerintah dan KST, tetapi juga memerlukan dukungan luas dari masyarakat dan pihak terkait lainnya.

Dengan berbagai upaya diplomasi dan keamanan yang dilakukan, Pemerintah memastikan bahwa pembebasan Pilot Susi Air menjadi prioritas utama, seiring dengan komitmen untuk menjaga keselamatan warga negara baik dalam maupun luar negeri. Hal ini mencerminkan konsistensi dan tanggung jawab pemerintah terhadap perlindungan hak asasi manusia dan keamanan internasional. Dukungan masyarakat diperlukan untuk mendukung segala upaya pembebasan Pilot Susi Air demi menjamin keselamatannya.

Selain diplomasi tingkat tinggi, pemerintah juga melibatkan tokoh-tokoh lokal, seperti tokoh dari Nduga, untuk ikut serta dalam upaya pembebasan. Melalui pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat setempat, termasuk melalui gereja, diharapkan akan tercipta lingkungan yang mendukung dalam proses negosiasi. Ini menunjukkan bahwa pemerintah memperhitungkan faktor-faktor lokal dalam penyelesaian konflik dan pembebasan sandera.

Dalam konteks ini, dukungan masyarakat sangat diperlukan. Kesadaran akan pentingnya keselamatan dan perlindungan terhadap warga negara, termasuk Pilot Susi Air, harus menjadi perhatian bersama. Pemerintah memastikan upaya pembebasan terus dilakukan dengan berbagai pendekatan, termasuk melalui tokoh agama dan masyarakat setempat.

Solidaritas dan dukungan dari masyarakat akan memperkuat upaya pembebasan Pilot Susi Air. Bersama-sama, kita dapat menciptakan lingkungan yang aman dan mengedepankan nilai kemanusiaan dalam menanggapi situasi yang kompleks ini. Mari bersatu demi keselamatan dan kebebasan Pilot Susi Air serta seluruh warga negara yang menjadi korban konflik bersenjata.

Mendukung upaya pembebasan Pilot Susi Air merupakan tugas bersama bagi seluruh warga negara Indonesia. Dalam situasi yang penuh dengan ketidakpastian dan risiko, solidaritas dan kebersamaan adalah kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai bagi semua. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memberikan dukungan moral dan psikologis kepada keluarga Mehrtens, serta terus mendesak pemerintah untuk tidak mengabaikan upaya pembebasan sandera ini.

Selain itu, pendidikan dan sosialisasi tentang pentingnya perdamaian dan penyelesaian konflik secara damai perlu ditingkatkan, agar masyarakat dapat memahami dan mendukung langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah. Keterlibatan aktif dari berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kemanusiaan dan lembaga swadaya masyarakat, juga dapat memperkuat upaya pembebasan Pilot Susi Air.

Dalam menghadapi tantangan kompleks ini, Pemerintah tidak berdiri sendiri. Dukungan dari masyarakat, pihak internasional, dan lembaga-lembaga kemanusiaan sangat diperlukan untuk memastikan keberhasilan upaya pembebasan Pilot Susi Air. Hanya dengan bersatu dan bekerja sama, kita dapat membawa pulang Mehrtens ke rumahnya dengan selamat dan mengakhiri kisah tragis ini.

 Penulis adalah Mahasiswa asal Papua tinggal di Surabaya