Jakarta-Intipnews.com:Penanganan banjir dan longsor di berbagai wilayah Pulau Sumatra menunjukkan kemajuan signifikan. Pemerintah secara resmi memastikan bahwa upaya pemulihan telah memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, dengan fokus utama pada perbaikan infrastruktur serta pemulihan layanan dasar bagi masyarakat.
Peralihan ini menjadi penanda kuat keberhasilan koordinasi lintas sektor dalam mengakselerasi pemulihan pascabencana secara terukur dan berkelanjutan.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menegaskan bahwa sebagian besar wilayah terdampak telah siap memasuki fase lanjutan pemulihan.
Menurutnya, transisi menuju rehabilitasi merupakan langkah strategis untuk memastikan pemulihan tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga mampu memperkuat ketahanan wilayah ke depan.
“Lebih dari separuh kabupaten dan kota terdampak di Sumatra telah masuk fase transisi rehabilitasi dan rekonstruksi. Ini menunjukkan bahwa penanganan berjalan efektif dan terkoordinasi dengan baik,” ujar Pratikno.
Dalam fase rehabilitasi, pemerintah memprioritaskan pemulihan layanan dasar, khususnya pendidikan dan kesehatan.
Pemerintah menargetkan kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan pada awal Januari 2026, dengan dukungan sarana sementara bagi sekolah yang masih dalam tahap perbaikan.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan keberlangsungan pendidikan anak-anak di wilayah terdampak.
Di sektor kesehatan, layanan masyarakat dipastikan kembali optimal. Seluruh rumah sakit umum daerah telah beroperasi, sementara hampir seluruh puskesmas terdampak telah pulih dan siap memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Upaya ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga kualitas kesehatan publik selama masa pemulihan.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa pemulihan fisik juga terus dipercepat melalui pembangunan hunian serta rehabilitasi fasilitas layanan publik.
Pemerintah, bersama BUMN dan pemerintah daerah, telah memulai pembangunan ribuan unit hunian serta perbaikan fasilitas kesehatan secara bertahap.
“Pembangunan hunian, rumah sakit, dan puskesmas terus kami percepat agar masyarakat dapat segera kembali beraktivitas secara normal dan produktif,” kata Teddy.
Dukungan infrastruktur turut diperkuat oleh TNI melalui pemasangan jembatan bailey di sejumlah titik strategis. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menegaskan bahwa upaya tersebut sangat membantu membuka akses dan memperlancar mobilitas masyarakat.
“Jembatan bailey yang telah dipasang menjadi solusi cepat dan efektif dalam mendukung pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah juga memastikan bantuan sosial terus disalurkan secara tepat sasaran untuk memperkuat daya tahan masyarakat selama masa rehabilitasi.
Dengan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, pemerintah optimistis pemulihan Sumatra akan berlangsung semakin cepat, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi fondasi penguatan pembangunan wilayah di masa mendatang.Itp.r






