Program Deradikalisasi Sukses Turunkan Potensi Terorisme

5

Oleh : Gavin Asadit 

Pemikiran radikal dan ekstremisme telah menjadi ancaman yang meresahkan bagi dan keamanan di seluruh dunia. Dalam menghadapi tantangan ini, program deradikalisasi telah muncul sebagai alat penting dalam memerangi ideologi yang memicu aksi terorisme. Dengan pendekatan yang holistik dan berbasis bukti, program-program ini telah membuktikan efektivitas dan suksesnya dalam menurunkan potensi terorisme dan membangun masyarakat yang lebih aman dan toleran.

Salah satu kunci keberhasilan program deradikalisasi adalah pemahaman mendalam tentang akar permasalahan radikalisme. Program-program ini secara aktif mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi seseorang untuk terlibat dalam aktivitas radikal. Mulai dari ketidakpuasan sosial hingga masalah identitas dan ketidakstabilan ekonomi, program deradikalisasi menyediakan pendekatan yang komprehensif dalam menangani sumber-sumber radikalisme.

Program deradikalisasi adalah serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk mengubah pemikiran dan keyakinan individu yang terlibat dalam ajaran ekstremis. Program ini melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga penegak hukum, masyarakat sipil, dan tokoh agama. Tujuan utama dari program ini adalah untuk mencegah individu terpapar ideologi radikal dan mengubah mereka menjadi anggota produktif masyarakat.

Salah satu langkah yang diambil dalam program deradikalisasi adalah melibatkan tokoh agama sebagai agen perubahan. Tokoh agama memiliki pengaruh yang kuat dalam masyarakat, terutama dalam hal agama dan moral. Dengan melibatkan mereka dalam program ini, individu yang terpapar ideologi radikal dapat mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang ajaran agama yang sebenarnya, serta mendapatkan bimbingan untuk mengubah sikap dan tindakan mereka.

Selain itu, program deradikalisasi juga melibatkan pendekatan rehabilitasi dan reintegrasi. Individu yang terlibat dalam aktivitas terorisme seringkali memiliki masalah psikologis dan emosional yang mendalam. Oleh karena itu, program ini menyediakan dukungan psikologis dan rehabilitasi untuk membantu individu dalam mengatasi trauma dan memulai kehidupan baru yang lebih positif. Selain itu, mereka juga diberikan pelatihan keterampilan dan pendidikan untuk membantu mereka mendapatkan pekerjaan yang layak setelah rehabilitasi.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa keberhasilan Indonesia dalam menangani masalah terorisme yaitu dengan program deradikalisasi. Dengan program ini, hanya 3 dari 560 mantan aktor teroris yang berkeinginan melakukan aksi terorisme kembali. Hal tersebut merupakan wujud kesuksesan program deradikalisasi dalam menangani kasus-kasus terorisme.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. Rycko Amelza Dahniel menyatakan bahwa program deradikalisasi merupakan langkah sukses untuk mereduksi penyebaran paham radikalisme dan terorisme. Sebagai upaya mengembalikan pemahaman yang salah, membangun keharmonisan bangsa dengan mereduksi paham kekerasan. Keberhasilan program deradikalisasi terlihat dari penurunan potensi terorisme di Indonesia. Melalui program ini, banyak individu yang sebelumnya terlibat dalam aktivitas terorisme telah berhasil direhabilitasi dan reintegrasi ke dalam masyarakat. Mereka telah mengubah sikap dan tindakan mereka, serta menjadi agen perdamaian dan toleransi dalam masyarakat.

Salah satu faktor kunci keberhasilan program deradikalisasi adalah pendekatan yang holistik dan komprehensif. Program ini tidak hanya fokus pada aspek keamanan dan penegakan hukum, tetapi juga melibatkan aspek pendidikan, sosial, dan psikologis. Melalui pendekatan ini, individu yang terlibat dalam ajaran ekstremis dapat melihat bahwa ada alternatif yang lebih baik daripada kekerasan dan terorisme. Selain itu, program deradikalisasi juga telah mendapatkan dukungan luas dari masyarakat. Masyarakat menyadari bahwa terorisme bukanlah solusi untuk masalah yang dihadapi negara ini. Mereka mendukung upaya pemerintah dalam mengatasi potensi terorisme melalui program ini dan berperan aktif dalam memberikan informasi dan melaporkan aktivitas yang mencurigakan.

Meskipun program deradikalisasi telah memberikan hasil yang positif, masih ada tantangan yang perlu dihadapi. Salah satu tantangan utama adalah mengidentifikasi individu yang terpapar ideologi radikal secara dini. Terkadang, individu ini dapat menyembunyikan keyakinan mereka dengan baik, sehingga sulit untuk mendeteksi potensi terorisme. Oleh karena itu, kerjasama antara pemerintah, lembaga penegak hukum, dan masyarakat sipil sangat penting dalam mengatasi tantangan ini.

Dalam menghadapi tantangan ini, program deradikalisasi terus mengembangkan strategi dan metode yang lebih efektif. Pemerintah juga terus meningkatkan koordinasi antara berbagai lembaga terkait untuk memastikan keberhasilan program ini. Selain itu, kerjasama dengan negara-negara lain dalam memerangi terorisme juga penting untuk mengatasi ancaman ini secara global.

Dalam kesimpulannya, program deradikalisasi telah berhasil menurunkan potensi terorisme di Indonesia melalui pendekatan yang efektif dan langkah-langkah positif. Melalui melibatkan tokoh agama, pendekatan rehabilitasi dan reintegrasi, serta dukungan masyarakat, individu yang terpapar ideologi radikal telah berhasil direhabilitasi dan menjadi anggota produktif masyarakat. Meskipun masih ada tantangan yang perlu dihadapi, program deradikalisasi terus mengembangkan strategi yang lebih efektif untuk mengatasi potensi terorisme. 

Program deradikalisasi telah membuktikan dirinya sebagai instrumen yang efektif dalam menurunkan potensi terorisme. Melalui pendekatan yang holistik, edukasi yang kuat, rehabilitasi yang berkelanjutan, dan kerjasama lintas-sektoral, program-program ini tidak hanya mengurangi ancaman terorisme, tetapi juga membantu membangun masyarakat yang lebih aman, inklusif, dan damai.

 Penulis adalah Pemerhati Masalah Sosial dan Kemasyarakatan