Program MBG Perkuat Upaya Pemerintah Cetak Pendidikan Berkualitas

Pemerintah Tegaskan Komitmen Terapkan MBG Lima Hari dengan Kualitas Terjaga

Medan-Intipnews.com:Pemerintah terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pendidikan berkualitas melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini dinilai menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menegaskan bahwa penyediaan makanan bergizi gratis merupakan bagian penting dalam upaya menciptakan pendidikan yang lebih baik di Indonesia.

“Salah satu tujuan dari program Makan Bergizi Gratis adalah menghasilkan pendidikan yang berkualitas melalui penyediaan makanan bergizi. Hal ini juga bertujuan agar generasi mendatang dapat memenuhi kebutuhan gizi harian mereka sesuai dengan angka kecukupan gizi yang telah ditetapkan,” ujar Atip.

Ia menambahkan, pelaksanaan program tersebut perlu disertai evaluasi berkala agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan dan berdampak nyata bagi kemajuan generasi penerus bangsa.

Senada dengan itu, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Isyana Bagoes Oka, menyampaikan bahwa MBG merupakan bagian dari upaya mendukung visi Presiden Prabowo Subianto dalam membangun sumber daya manusia unggul.

“Meningkatkan kualitas sumber daya manusia memang memerlukan waktu yang panjang. Untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, kita harus mulai sekarang. Jika tidak, cita-cita itu akan sulit tercapai,” kata Isyana.

Program MBG tidak hanya menyasar siswa sekolah, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Langkah ini diambil untuk memastikan pemenuhan gizi sejak awal kehidupan sekaligus mencegah stunting.

Sementara itu, Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional, Nyoto Suwignyo, menekankan bahwa kualitas sumber daya manusia sangat dipengaruhi oleh kondisi gizi.

“SDM yang berkualitas adalah fondasi dari kemajuan bangsa, yang tidak hanya diukur dari kemampuan intelektual dan keterampilan, tetapi juga dari kesehatan fisik dan mental yang optimal, yang semuanya dipengaruhi oleh pola makan dan status gizi,” ujarnya.

Menurut Nyoto, pemenuhan gizi yang optimal sejak dini akan berdampak langsung pada kemampuan belajar, prestasi, hingga kontribusi anak di masa depan. 

Ia juga menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan generasi unggul yang mampu bersaing secara global dan mendorong inovasi di berbagai sektor.

“Kualitas manusia yang unggul akan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi, memperkuat ketahanan nasional, serta menjadikan Indonesia sebagai pemain penting di panggung global,” tutupnya. Itp.ril