Reses Anggota DPRD Medan Habiburrahman Sinuraya : Masalah Infrastruktur, Kesehatan dan PKH Jadi Keluhan

29

Medan-Intipnews.com: Masalah Infrastruktur, penanganan Banjir, pelayanan Kesehatan, penanganan UMKM dan pelayanan publik serta program bantuan PKH, mulai dari Pendataan Warga dan Penerima bantuan sosial masih menjadi pengaduan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi kepada wakil rakyatnya.

Hal tersebut terungkap pada pelaksanaan reses Anggota DPRD Kota Medan Habiburrahman Sinuraya, ST  (Foto) di Jalan Chrisant (Komplek Tasbih Blok B) II/3, No.37, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Minggu (21/1/2024).

Habiburrahman Sinuraya mengatakan, reses ini tujuannya adalah untuk menyerap dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat serta pengaduan masyarakat guna memberikan pertanggungjawaban moral dan politis di daerah pemilihannya (Dapil) sebagai perwujudan perwakilan rakyat dalam pemerintahan.

“Jadi melalui reses inilah saya meminta kepada masyarakat menuangkan uneg-unegnya di lembar aspirasi yang telah disediakan. Jadi, semua aspirasi yang dituliskan dilembar surat aspirasi tersebut akan dibahas di dalam pokok-pokok pikiran (Pokir) anggota dewan. Kemudian setelah dibahas di kalangan anggota dewan hasilnya di paripurnakan dan ditindaklanjuti ke pemerintah daerah untuk menjawab keluhan masyarakat tersebut,” papar Habiburrahman Sinuraya, ST dihadapan ratusan masyarakat yang hadir.

Rita Br. Sihombing, warga Gg. Famili Link.IX Setia Budi mengatakan, masalah narkoba dan beratnya biaya pendidikan menjadi masalah bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah.”Terkadang kami bingung pak, dengan biaya pendidikan yang semakin mahal, sementara penghasilan yang kami dapatkan hanya pas-pasan untuk makan, itu pun terkadang harus dicukup-cukupkan”, ujar Rita.

Selanjutnya, dia pun mengeluhkan maraknya peredaran narkoba yang ada di lingkungannya. Sehingga membuat orangtua menjadi cemas karena takut anaknya akan terlibat narkoba.

Kemudian, lanjut Rita, dirinya memminta agar di lingkungannya dilakukan perbaikan jalan. Karena hingga kini jalan di tempatnya sudah rusak parah dan belum juga diperbaiki. “Jadi saya minta tolong pak, agar jalan kami diperbaiki dan jalan kami tidak rusak lagi”, pintanya.

Hal senada juga disampaikan Khairul Hanafi warga Jl. Karyawati Tj. Rejo yang mengeluhkan biaya pendidikan, dan memohon bantuan dana untuk masyarakat yang penghasilan rendah agar  masyarakat miskin dapat memperbaiki hidupnya.

“Banyak masyarakat mengalami kesulitan ekonomi, dimana biaya hidup semakin melonjak,  biaya pendidikan semakin tinggi sementara pengahasilan atau upah (gaji) yang diterima tidak sebanding dengan yang dikeluarkan. Jadi, kami mohon pak, agar biaya pendidikan untuk masyarakat yang berpenghasilan rendah diberi keringanan dan bisa mendapatkan bantuan sosial seperti PKH”, katanya.

Selama ini, terangnya, banyak bantuan PKH tidak tepat sasaran. Penerima bantuan PKH diterima oleh orang yang berpenghasilan lebih, sementara yang benar-benar miskin sama sekali tidak menerima bantuan itu. Jadi, kami mohon kepada pak dewan agar sudi kiranya membantu kami agar mendapatkan bantuan PKH.

Lain halnya, Aryadi warga Jl. Sempurna Gg. Radi, yang mengeluhkan soal lampu jalan yang mati. Dirinya khawatir, muncul begal dan perampokan karena gelap. “Saya minta kepada pak Habiburrahman selaku Anggota DPRD Kota Medan untuk membantu supaya lampu hidup kembali. Satu lagi pak, masalah kesehatan yang selama ini masih menjadi kendala bagi kami.

Mendengar keluhan masyarakat tersebut, Habiburrahman mengatakan persoalan kesehatan Pemerintah Kota Medan telah menganggarkan dana sebesar Rp.673 miliar untuk mengcover 99,7 persen masyarakat Kota Medan untuk berobat dengan menggunakan KTP. Berobat dengan menggunakan KTP untuk menyelesaikan masalah kesehatan, agar BPJS yang sudah mati atau tidak bisa digunakan warga masih bisa berobat dengan menggunakan KTP, papar Habib.

Selanjutnya, persoalan LPJU Habib langsung dengan tegas mengatakan siap membantu dan dalam waktu dekat sudah terang. ”Tenang lampu akan dihidupkan kembali,” tegasnya.

Sedangkan bantuan PKH, Habibburahman mengatakan, agar berkasnya diserahkan.

“Buk tolong bawa berkas-berkas yang diperlukan ke kantor lurah. Nanti kita cari solusinya. Pokoknya kami siap membantu keluhan ibu. Masalah berhasil tidaknya yang penting kita sudah mencobanya dan mengetahui apa kendalanya,” ujarnya.

Diakhir acara, Habiburrahman mengatakan, semua keluhan masyarakat di Kota Medan pada umumnya menyangkut masalah banjir dan drainase yang selalu jadi keluhan. Meskipun, masalah lainnya tidak kalah pentingnya seperti pelayanan Kesehatan, penanganan UMKM dan pelayanan publik serta bantuan dari pemerintah. “Namun, demikian saya selaku wakil rakyat siap menjembatani ke pemerintah setempat (Pemko Medan) untuk dicari solusinya,” pungkas anggota Komisi I DPRD Medan itu.Itp05