Sejumlah Unit Kampung Nelayan Merah Putih Telah Beroperasi

Oplus_131072

Jakarta-Intipnews.com:Sejumlah unit Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) kini telah beroperasi di berbagai daerah pesisir sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan nelayan. Kehadiran unit-unit tersebut diharapkan mampu memperkuat aktivitas ekonomi, memperbaiki rantai produksi perikanan, serta mendorong kemandirian masyarakat pesisir.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat sebanyak 19 unit KNMP telah selesai dibangun dan sudah beroperasi penuh. Pada tahap I pembangunan KMNP ini, pemerintah menargetkan sebanyak 65 KMNP telah terbangun pada Mei 2026.

Presiden Prabowo Subianto telah mencanangkan program strategis “Kampung Nelayan Merah Putih” untuk memodernisasi 12 juta kampung nelayan di seluruh Indonesia. Tak hanya infrastruktur, pemerintah juga memfasilitasi berbagai teknologi perikanan.

Dalam rencana besar ini, pemerintah berencana menyalurkan kapal penangkap ikan berukuran 5 _gross tonnage (GT)_ hingga 30 _GT_ guna meningkatkan kapasitas melaut dan kesejahteraan nelayan lokal. Presiden menargetkan setidaknya setiap desa nelayan nantinya mampu mengoperasikan satu unit kapal berukuran 30 GT. 

“Kita sudah punya _pilot project_ di Biak (Papua) yang telah terbukti meningkatkan hasil petani hampir 60 persen peningkatannya,” kata Presiden Prabowo.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Humas dan Komunikasi Media, Doni Ismanto mengatakan dari 65 unit KMNP yang akan dibangun 19 unit rampung dan sisanya masih dalam proses pembangunan dengan progres 80 persen.

“Dari 65 titik yang kita bangun, 19 sudah selesai 100 persen dan beroperasi. Sisanya rata-rata progresnya sudah mencapai 80 persen,” ujar Doni.

Beberapa lokasi yang telah beroperasi penuh, yaitu Tolitoli, Bumiharjo, Pujiharjo, Lebetawi, Gebang Mekar, Karang Duwur, hingga Poncosari. KNMP Bentenge di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, mencatatkan prestasi membanggakan telah mengekspor hampir satu ton ikan segar ke Arab Saudi pada 9 Januari 2026 lalu.

“Sudah ada yang ekspor dari kawasan Indonesia Timur. Komoditasnya tergantung potensi masing-masing daerah,” ucapnya.Itp.r