Sibuk Urusan Lomba PKK, Kades Belum Salurkan BLT dan Belanja Bibit Tanpa Permintaan Penawaran Tertulis

31

Bilah Hulu-Intipnews.com: Kepala Desa N4 Kecamatan Bilah Hulu Robby Zulfandi SE, ketika dikonfirmasi wartawan di halaman kantornya, Senin (10/06/24), mengaku  belum menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD)  kepada warga tidak mampu di desa itu, karena sibuk urusan persiapan kegiatan terkait lomba administrasi Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) tingkat Provinsi Sumatera Utara. 

Menurut Robby, pada tahun 2024 Desa N4 di proyeksikan mendapat kucuran anggaran yang bersumber dari  Dana Desa (DD) sebesar Rp 600 juta lebih,  Alokasi Dana Desa (ADD) direncanakan sebesar Rp 500 juta, dan Bagi Hasil Pajak dan Retribusi (BHPR) Rp 40 juta. 

Dikatakannya, Untuk DD telah diterima pencairan tahap pertama 60 % dari anggaran yaitu sebesar Rp 300 juta lebih. 

Sedangkan ADD dan BHPR hingga saat ini sama sekali belum ada disalurkan oleh Pemkab Labuhanbatu ke rekening desa. 

“Kita dana desa cair 300 juta.  Sekarang 2 tahap, 60-40. ADD kita kurang lebih 500 juta belum ada turun. Itu dari kabupaten, masih di proses” jelasnya 

Robby menambahkan,  DD sebesar Rp 300 juta lebih yang telah diterima sudah digunakan untuk program kampung iklim. Sementara itu BLT DD yang harusnya dibagi pekan lalu urung disalurkan karena sibuk urusan persiapan terkait lomba administrasi PKK. 

“Yang sudah dikerjakan itulah kita kampung iklim. Kemudian BLT DD, harusnya minggu kemarin kita uda bagi BLT DD tahap 2. Cuma karena persiapan kegiatan, kita masukan nanti di minggu ini atau di minggu depan nanti harus uda kita bagi tahap 2 yang April – Juni” katanya. 

Mengenai program kampung Iklim, Robby menerangkan itu merupakan program ketahanan pangan yang aplikasinya berupa pemanfaatan pekarangan sekitar rumah untuk menanam sayuran. 

“Aplikasi dilapangan pemanfaatan pekarangan sekitar rumah. Ini kita ada 10 kebun dasawisma. Ada 10 kelompok. Dari hasil ketahanan pangan itu kayak sayuran, itulah dimanfaatkan warga dijual. Kemudian kita Posyandu dari pangan lokal. Gak perlu beli lagi dari luar. Jadi nilai plus kita, makanya masuk penilaian” terangnya. 

Selain menanam sayuran, sambung Robby, juga ada tanaman 3 macam jambu air yaitu  jambu madu, jambu kristal dan jambu biasa sebanyak 200 pokok. 

Anggaran untuk tanaman buah itu dialokasikan sebesar Rp 30 juta dengan rincian Rp 15 juta digunakan untuk pembelian 200 pokok bibit tanaman buah  

dan Rp 15 juta lagi untuk pengadaan pupuk. 

Lebih lanjut Robby menjelaskan, bibit buah jambu itu dibeli dari Kota Rantauprapat oleh Sekretaris Desa (Sekdes) sebagai Tim Pelaksana Kegiatan (TPK). Namun dimana persisnya tempat pembelian bibit itu, Robby mengaku tidak tahu pasti. 

“Pak sekdes lagi gak ada pula ini. Tadi mungkin dia izin ini. TPK nya ada Sekdes. Kemarin kita arahkan ke pak sekdes. Anggaran bibit buah 200 pokok itu Rp 15 juta. Rp 15 juta lagi belum kami belanjakan untuk pupuk” ungkapnya. 

Robby mengakui bahwa pembelian bibit buah jambu itu tidak melalui proses permintaan penawaran secara tertulis kepada pengusaha penyedia bibit jambu air itu. Dia mengaku seharusnya penawaran itu memang ada. Namun karena sibuk urusan persiapan lomba administrasi PKK, permintaan penawaran itu tidak dibuat. 

“Permintaan penawaran belum ada kita buat tertulis memang. Harusnya memang ada. Ini kita terbuka saja, karena kan kemarin mau persiapan lomba juga kan, mau kita apa ya uda kita pesan, secara administrasi kita buat” ujarnya. (Itp AAT).