Wujudkan Papua Damai, Aparat Keamanan Gencarkan Strategi Baru Tumpas OPM Lebih Tegas

10
Oplus_131072

Oleh: Lewick Yoseph

Aparat keamanan menggencarkan strategi baru dalam menumpas tuntas Organisasi Papua Merdeka (OPM) dengan jauh lebih tegas lagi dari sebelumnya. Hal tersebut tentunya demi mewujudkan Bumi Cenderawasih yang damai.

Strategi baru merupakan hal yang penting lantaran sejauh ini Organisasi Papua Merdeka (OPM) terus saja melancarkan berbagai macam aksi sangat brutal mereka yang telah mengganggu keamanan dan kedamaian warga sipil di provinsi paling Timur Indonesia itu.

Sehingga karena semakin banyak dan meningkatkan aktivitas atau tindakan keji dan brutal OPM, menjadikan wilayah di Papua kurang kondusif. Tatkala Bumi Cenderawasih tidak kunjung damai, tentunya juga akan sangat berdampak pada terhambatnya upaya percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. Maka dari itu strategi baru dalam penumpasan gerombolan separatis itu sangat penting.

Sejatinya, Tanah Papua merupakan sebuah wilayah yang sangat damai dan kedamaian di sana bukan merupakan ungkapan dari kata-kata yang kosong belaka, melainkan memang telah banyak bukti konkretnya dari berbagai macam komponen masyarakat sipil orang asli Papua (OAP) ataupun dari kesaksian warga dari luar Bumi Cenderawasih yang pernah berkunjung ke sana secara langsung.

Kedamaian di Tanah Papua bisa terlihat dari pluralisme seluruh penduduk, yang mana mereka memiliki keberagaman sangat luar biasa, mulai dari perbedaan agama hingga budaya, namun seluruhnya sama sekali tidak pernah menimbulkan sekat-sekat ataupun gesekan secara horizontal.

Justru, dengan keberagaman yang sangat luar biasa di Bumi Cenderawasih, menjadi pesona tersendiri akan keserasian hidup rukun berdampingan dengan rasa toleransi yang sangat tinggi di sana.

Selain menjadi sebuah wilayah yang damai, namun Tanah Papua juga sangat terkenal dengan daerah yang memiliki banyak sekali kekayaan akan berbagai macam objek wisata. Salah satu contohnya yakni jenis anggrek dan Goa Jepang peninggalan dari Perang Dunia Kedua di Biak yang mampu memukau banyak wisatawan.

Lebih lanjut, Bumi Cenderawasih juga kaya akan seni serta budaya daerah mereka seperti tari-tarian masyarakat pedalaman yang menggambatkan bagaimana alur cerita saat membawakan tarian tersebut.

Namun, dengan seluruh kondisi yang sebenarnya penuh akan kedamaian tersebut, semuanya rusak akibat keberadaan Organisasi Papua Merdeka (OPM) sehingga banyak pula pihak yang memberikan kecaman sangat keras pada mereka yang telah melancarkan berbagai kekerasan di tanah yang damai itu.

Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI), K.H Ma’ruf Amin turut mengecam keras keberadaan OPM dan meminta kepada aparat keamanan pasukan gabungan baik itu dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) ataupun Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) agar bisa mengejar mereka dan melakukan tindak tegas karena sejauh ini telah banyak mengorbankan rakyat sipil.

Keberadaan OPM jelas telah sangat merusak seluruh sendi keharmonisan dan kedamaian di tengah-tengah rakyat Papua yang sejatinya selama ini terjaga dengan baik. Gerombolan separatis itu terus saja melanggar banyak hak asasi manusia (HAM) dengan ulah mereka.

Maka dari itu, Pemerintah dan aparat keamanan kemudian berupaya kuat untuk kembali menciptakan kedamaian di Bumi Cenderawasih secara berkelanjutan dan menghentikan konflik berkepanjangan.

Dengan demikian, aparat keamanan memang sangat patut memberlakukan tindak hukum yang sangat tegas dan tetap berani untuk menghadapi seluruh pergerakan Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Terkait hal tersebut, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyatakan bahwa adanya perubahan penyebutan nama dari sebelumnya Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menjadi Organisasi Papua Merdeka (OPM) jelas akan berdampak secara signifikan terhadap pendekatan di wilayah itu.

Perubahan sebutan tersebut akan berpengaruh pada kinerja aparat keamanan dalam mengambil tindakan tegas di lapangan, karena selama ini memang menjadi salah satu permasalahan adalah kesulitan dalam membedakan anggota KKB dengan warga biasa.

Ketika kerancuan itu dibiarkan, maka aparat keamanan akan cenderung ragu-ragu dalam mengambil tindakan tegas terhadap gerombolan separatis yang menentang NKRI tersebut dan selama ini terus menbahayakan keselamatan seluruh masyarakat sipil.

Sebagaimana Surat Perintah dari Panglima TNI pada tanggal 5 April 2024 lalu, telah memerintahkan penggunaan kembali sebutan OPM oleh Komando Daerah Militer (Kodam) XVII/Cenderawasih dan Kodam XVII/Kasuari serta jajarannya, maka mencerminkan adanya perubahan untuk menyesuaikan strategi dan pendekatan baru dalam penanganan situasi di Papua.

Sementara itu, Pengamat Intelijen, Pertahanan dan Keamanan Ngasiman Djoyonegoro melihat bahwa situasi di Papua kini menjadi semakin genting dan sekarang sudah bukan lagi membahas isu HAM lagi lantaran kekerasan dari OPM terus meningkat seiring bertambahnya korban pembantaian akan kekejian mereka. Sehingga sangat penting aparat keamanan mampu menindak tegas mereka.

Seluruh upaya dari aparat keamanan Republik Indonesia untuk lebih tegas lagi dalam menindak OPM di lapangan merupakan langkah untuk benar-benar mewujudkan Papua menjadi wilayah yang damai sebagaimana esensi mereka. Sehingga penggencaran strategi baru dalam menumpas gerombolan seperatis itu merupakan kegentingan yang nyata.

 Mahasiswa Papua tinggal di Kalimantan Timur