Medan  

Hadi Suhendra Gencarkan Pembinaan Ideologi Pancasila, Soroti Menurunnya Etika Generasi Muda

Medan-Intipnews.com:Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Hadi Suhendra, terus menggencarkan kegiatan Penyelenggaraan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) sebagai upaya memperkuat karakter dan moral generasi muda. Kegiatan tersebut berlangsung di Jalan Sumatera No. 01, Kecamatan Medan Belawan, Minggu (31/5/2026).

Dalam pemaparannya, Hadi Suhendra menegaskan bahwa wawasan kebangsaan bukan sekadar kegiatan formalitas, sosialisasi peraturan daerah (Sosper), maupun agenda reses. Menurutnya, kegiatan ini merupakan panggilan moral untuk mengembalikan jati diri bangsa yang mulai tergerus oleh perkembangan zaman dan arus modernisasi.

Politisi Partai Golkar itu menyoroti fenomena menurunnya nilai etika, adab, dan sopan santun di kalangan generasi muda. Ia menilai rasa hormat kepada orang tua dan yang lebih tua kini semakin memudar dibandingkan dengan generasi terdahulu.

“Pancasila itu tidak muluk-muluk. Pancasila mengajarkan etika, adab, dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Sangat miris jika saat ini kita melihat sebagian anak muda mulai kehilangan rasa hormat kepada orang tua maupun yang lebih tua,” ujarnya.

Hadi menegaskan bahwa kecintaan terhadap Pancasila harus diwujudkan dalam perilaku nyata, bukan hanya sebatas slogan. Menurutnya, penghormatan kepada yang lebih tua dan kasih sayang kepada yang lebih muda merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kita ingin memastikan generasi 15 tahun ke depan memahami pentingnya menghormati yang lebih tua, sementara yang tua juga membimbing mereka dengan kasih sayang,” katanya.

Legislator dari Daerah Pemilihan II yang meliputi Medan Belawan, Medan Labuhan, dan Medan Marelan itu menjelaskan bahwa Pancasila yang berasal dari bahasa Sanskerta dan bermakna lima dasar negara memiliki inti nilai berupa semangat gotong royong yang digali dari budaya bangsa Indonesia sendiri.

Menurutnya, semangat gotong royong harus terus dihidupkan melalui kepedulian sosial, sikap saling menghargai, serta kecintaan terhadap lingkungan dan daerah tempat tinggal.

“Pancasila adalah filter budaya sekaligus sumber dari segala sumber hukum di republik ini. Tanpa nilai-nilai tersebut, persatuan dan kesatuan tidak akan terbangun secara kokoh. Karena itu diperlukan aksi nyata di bidang ekonomi, sosial, dan budaya untuk saling menguatkan,” jelas Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Belawan periode 2026–2029 tersebut.

Untuk meningkatkan partisipasi peserta, Hadi Suhendra juga menggelar kuis interaktif dengan memberikan hadiah kepada warga dan pelajar yang mampu menghafalkan lima sila Pancasila beserta maknanya.

Dalam sesi dialog bersama masyarakat, Hadi turut menyinggung dinamika politik yang belakangan berkembang di media sosial. Ia mengaku kerap menjadi sasaran fitnah dan upaya pembunuhan karakter oleh pihak-pihak tertentu. Meski demikian, ia memilih menyikapinya dengan tenang dan tetap berpegang pada nilai-nilai Pancasila.

“Orang tua saya mengajarkan untuk membalas keburukan dengan kebaikan. Meski ada pihak yang terus menjelek-jelekkan saya di media sosial, fokus saya tetap bekerja dan berbuat nyata untuk masyarakat Medan Belawan, bukan membalas dendam,” tegasnya yang disambut tepuk tangan peserta.

Di akhir kegiatan, Hadi Suhendra mengajak seluruh peserta, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga para orang tua, untuk menerapkan dan menyebarluaskan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menekankan bahwa keluarga merupakan benteng utama dalam membentuk karakter dan moral anak-anak. Karena itu, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga dan menyiapkan generasi penerus bangsa yang berakhlak, beretika, dan memiliki semangat kebangsaan yang kuat.

“Pertemuan ini sangat penting karena berkaitan langsung dengan perilaku dan norma kehidupan sehari-hari. Saya berharap pesan-pesan yang disampaikan hari ini dapat diteruskan kepada keluarga dan lingkungan sekitar. Benteng utama moralitas anak-anak kita dimulai dari rumah,” pungkasnya.Itp.05