Medan  

Afif Abdillah: Nilai Pancasila Harus Diterapkan dalam Kehidupan Sehari-hari untuk Menjaga Persatuan dan Kedamaian

Oplus_131072

Medan-Intipnews.com:Anggota DPRD Kota Medan, Afif Abdillah SE, menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (IPWK) di Jalan Swadaya Gang Bunda, Lingkungan XVI, Kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas, Sabtu (30/5/2026). Kegiatan tersebut dihadiri masyarakat setempat yang antusias mengikuti pemaparan mengenai pentingnya pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam sambutannya, Afif menjelaskan bahwa Ideologi Pancasila merupakan nilai-nilai dasar yang menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sementara Wawasan Kebangsaan adalah cara pandang bangsa Indonesia terhadap diri dan lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa.

Menurut Afif, Pancasila tidak cukup hanya dihafal, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar tercipta suasana damai dan harmonis di tengah masyarakat.

“Pancasila harus diterapkan kepada warga. Kalau nilai-nilai Pancasila dijalankan dengan baik, maka kehidupan masyarakat akan damai. Kebersamaan dan gotong royong harus terus dibangun,” ujarnya.

Afif menilai keberadaan pos kamling tidak hanya berfungsi untuk menjaga keamanan lingkungan, tetapi juga menjadi tempat warga berkumpul, bermusyawarah, dan menyelesaikan berbagai persoalan bersama.

“Pos kamling bukan hanya untuk ronda. Pos kamling bisa menjadi tempat berkumpul dan mencari solusi bersama terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Afif juga menekankan pentingnya kehidupan sosial. Menurutnya, manusia tidak bisa hidup sendiri karena pada hakikatnya saling membutuhkan satu sama lain.

Ia mencontohkan peristiwa pemadaman listrik massal yang terjadi beberapa waktu lalu. Menurutnya, kejadian tersebut menjadi pelajaran berharga bahwa manusia memiliki keterbatasan dan membutuhkan kebersamaan dalam menghadapi berbagai persoalan.

“Ketika listrik padam, kita baru merasakan betapa besar nikmat yang selama ini dianggap biasa. Saat itu kita sadar bahwa manusia tidak bisa hidup sendiri dan ternyata kita saling membutuhkan,” ungkapnya.

Afif mengatakan ancaman terbesar bagi bangsa Indonesia bukan berasal dari luar negeri, melainkan dari dalam diri sendiri, seperti sikap saling curiga, iri hati, dan kurangnya rasa persaudaraan.

“Kalau kita terus berprasangka buruk kepada sesama, maka persatuan akan sulit terwujud. Yang harus dibangun adalah kebersamaan, saling percaya, dan saling mendukung,” tegasnya.

Politisi Partai NasDem itu juga mengajak masyarakat untuk senantiasa bersyukur atas berbagai nikmat yang telah diberikan Tuhan, termasuk kondisi Indonesia yang hingga saat ini tetap damai di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya.

“Kita harus mensyukuri bahwa sampai hari ini Indonesia tetap damai. Di negara lain ada yang masih menghadapi konflik dan peperangan. Persatuan yang kita miliki adalah nikmat yang harus dijaga bersama,” katanya.

Lebih lanjut, Afif menjelaskan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sejatinya sejalan dengan ajaran agama, seperti keadilan sosial, kepedulian terhadap sesama, dan penghormatan terhadap kemanusiaan.

Menurutnya, tantangan terbesar saat ini bukan memahami Pancasila, melainkan bagaimana mengaplikasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan nyata.

“Kalau kita benar-benar menjalankan nilai kemanusiaan yang adil dan beradab, maka negara harus hadir membantu masyarakat yang membutuhkan. Negara yang hebat hanya bisa terwujud jika rakyatnya juga hebat,” ujarnya.

Afif juga mengapresiasi berbagai program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, dan berbagai bantuan sosial lainnya sebagai bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat.

Di akhir kegiatan, Afif menegaskan bahwa Kota Medan merupakan miniatur Indonesia karena memiliki keberagaman suku, agama, dan budaya yang hidup berdampingan secara harmonis.

“Kalau ingin melihat Indonesia, lihatlah Medan. Keberagaman di Kota Medan sangat luar biasa. Karena itu, kita harus menjaga persatuan dan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan untuk membangun daerah dan bangsa,” pungkasnya.Itp.05