Medan-Intipnews.com:Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara menggelar kegiatan Bincang Bareng Media di Cafe East Eat, Medan, Jumat (7/8/2026). Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus forum diskusi antara jajaran Bank Indonesia dengan para insan pers untuk memperkuat sinergi dalam penyebarluasan informasi mengenai kebijakan ekonomi, perbankan, dan sistem keuangan di Sumatera Utara.
Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Ameriza Ma’ruf Moesa. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa media memiliki peran strategis sebagai mitra Bank Indonesia dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara akurat, jelas, dan tepat waktu.
“Media adalah jembatan penghubung yang sangat penting. Informasi yang benar dan cepat akan membantu masyarakat memahami langkah-langkah kebijakan yang diambil, sehingga kebijakan tersebut dapat dirasakan manfaatnya secara maksimal,” ujar Ameriza.
Dalam sesi pemaparan, Ameriza menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional masih ditopang oleh konsumsi, investasi, dan ekspor. Menurutnya, di tengah perlambatan ekonomi global, kinerja ekonomi Indonesia masih berada pada posisi yang relatif baik dibandingkan sejumlah negara maju.
“Kalau dibandingkan dengan Amerika Serikat yang pertumbuhannya sekitar 2 persen, Jepang sekitar 0,6 persen, Indonesia masih berada pada level yang lebih baik,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa perekonomian Sumatera Utara menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi provinsi ini meningkat menjadi sekitar 5 persen, lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya sebesar 4,98 persen.
Menurut Ameriza, salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan tersebut adalah meningkatnya kinerja ekspor. Pelemahan nilai tukar rupiah justru membuat produk ekspor Indonesia menjadi lebih kompetitif di pasar internasional.
“Ekspor Sumatera Utara mengalami peningkatan cukup signifikan. Salah satu penyebabnya adalah harga produk kita menjadi lebih menarik di pasar global sehingga permintaannya meningkat,” jelasnya.
Selain itu, komoditas utama ekspor Sumatera Utara, khususnya crude palm oil (CPO), turut memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Peningkatan produksi di sektor perkebunan juga berdampak positif terhadap sektor pertanian secara keseluruhan.
Ameriza menambahkan, sektor pariwisata juga mulai menunjukkan pemulihan yang memberikan kontribusi terhadap aktivitas ekonomi di berbagai daerah di Sumatera Utara.
Di sisi lain, Bank Indonesia tetap optimistis inflasi di Sumatera Utara dapat terkendali hingga akhir tahun.”Kami memperkirakan inflasi tetap berada dalam kisaran sasaran sehingga stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga,” ujarnya.
Usai pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif. Para wartawan diberikan kesempatan menyampaikan pertanyaan, masukan, dan berdiskusi langsung dengan jajaran Bank Indonesia mengenai berbagai isu ekonomi terkini, mulai dari inflasi, stabilitas harga, digitalisasi sistem pembayaran, hingga pengembangan UMKM.
Ameriza berharap forum seperti ini dapat terus mempererat hubungan kemitraan antara Bank Indonesia dan media massa.
“Kami berharap komunikasi dengan insan pers semakin terbuka dan semakin kuat sehingga informasi kebijakan Bank Indonesia dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat serta mendukung kemajuan perekonomian Sumatera Utara,” pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Iman Gunadi, Kepala Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Provinsi Sumatera Utara Yovvi Sukandar, Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II DJPb Sumatera Utara Edy Purwanto, serta para wartawan yang tergabung dalam Wartawan Ekonomi Bisnis (WEB) Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara.Itp.05






