Aparat Keamanan Tindak Tegas KST Papua Pembakar Puskesmas di Ilaga

12

Oleh : Marcellino Angel Krey 

Aparat keamanan dari personel gabungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) hingga Badan Intelijen Negara (BIN) melakukan tindak tegas kepada Kelompok Separatis dan Teroris (KST) Papua sebagai pelaku pembakar Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Ilaga.

Diketahui bahwa gerombolan separatis itu melakukan pembakaran pada Puskesmas Omukia di Distrik Omukia, Kabupaten Puncak. Bukan hanya membakar fasilitas umum saja, namun KST Papua pimpinan Jacky Murib itu juga melakukan penyerangan kepada anggota aparat keamanan pasukan gabungan yang sedang berpatroli.

Mengenai hal tersebut, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Puncak, Komisaris Polisi (Kompol) I Nyoman Punia mengatakan bahwa sempat terdengar suara tembakan dari belakang Puskesmas Omukia itu, lantaran terjadinya kontak tembak antara personel aparat keamanan pasukan gabungan dengan gerombolan teroris di wilayah Kepala Air itu.

Mengetahui KST Papua kembali melancarkan aksi biadabnya, kemudian aparat keamanan langsung bergerak dengan cepat tanggap melakukan pengejaran, yang mana dari hasil pengejaran tersebut dilaporkan bahwa personel TNI dan Polri berhasil mengamankan anggota gerombolan separatis itu.

Setelah diselidiki lebih lanjut mengenai identitas dari para pelaku pembakaran serta penyerangan tersebut, ternyata Kelompok Separatis dan Teroris Papua itu juga merupakan Daftar Pencarian Orang (DPO) di wilayah Polres Ilaga.

Dalam aksi cepat tanggap yang dilakukan, aparat keamanan juga sekaligus memberikan tindakan yang sangat tegas di lapangan karena adanya aksi saling tembak, maka Warinus Murib, salah seorang anggota KST Papua tewas dalam kejadian tersebut. Sedangkan terdapat lagi dua orang anggota gerombolan teroris lainnya, berinisial AM dan DK yang menjadi anggota kelompok pimpinan Numbuk Telenggen berhasil diamankan.

Dari aksi tindak tegas yang dilangsungkan itu, Kepala Satuan Tugas Hubungan Masyarakat Operasi (Kasatgas Humas Ops) Damai Cartenz 2024, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bayu Suseno kemudian merinci barang bukti yang berhasil diamankan oleh aparat keamanan selama melakukan pengejaran tersebut.

Beberapa barang bukti yang berhasil diamankan diantaranya adalah sebuah pucuk senjata api (senpi) berjenis mouser, ada pula dua pucuk senapan angin, satu lembar bendera Bintang Kejora (BK), sebuah handphone, satu magazen jenis SS1 dan sebanyak 17 butir amunisi dengan kaliber 5,56.

Selang beberapa jam setelah kejadian penangkapan dan tindak tegas itu, yakni sekitar pukul 20:15 Waktu Indonesia bagian Timur (WIT), KST Papua terpantau kembali melancarkan aksi kekejamannya dengan melakukan pembakaran pada gedung Puskesmas di Erobaga.

Menanggapi adanya kembali aksi yang dilakukan oleh gerombolan separatis Bumi Cenderawasih, Kemudian Kepala Operasi (Kaops) Damai Cartenz, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Faizal Ramadhani menegaskan bagaimana komitmen kuatnya untuk terus melakukan pengejaran kepada seluruh anggota KST Paua yang telah mengakibatkan terjadinya gangguan akan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibas) selama ini, termasuk juga pengejaran kepada para pelaku pembakaran Puskesmas.

Selain itu, aparat keamanan juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, utamanya warga sipil Orang Asli Papua (OAP) untuk memberikan dukungan penuh mereka dengan berkontribusi secara aktif melakukan pemantauan.

Masyarakat diimbau untuk bisa memberikan pelaporan sesegera mungkin jika merasa memiliki informasi apapun mengenai keberadaan dan adanya aktivitas mencurigakan yang berhubungan dengan KST Papua di Ilaga.

Pasalnya, dengan adanya bantuan dan partisipasi aktif masyarakat, maka akan menjadikan penegakan hukum kepada gerombolan teroris yang selama ini sudah sangat meresahkan dan mengancam keamanan di wilayah Bumi Cenderawasih akan menjadi jauh lebih optimal lagi.

Komitmen sangat kuat memang telah diberikan oleh aparat keamanan dari pasukan gabungan TNI, Polri dan BIN untuk sangat serius dan tegas dalam menangani hingga menumpas habis seluruh anggota KST Papua untuk bisa memulihkan situasi yang kondusif, aman dan nyaman di Tanah Papua.

Sejauh itu, banyak sekali strategi yang telah diatur dan dipersiapkan untuk mengantisipasi seluruh serangan susulan dari pihak gerombolan separatis itu. Beberapa diantaranya adalah aparat keamanan terus meningkatkan patroli serta pengamanan, khususnya di beberapa titik yang selama ini masih menjadi rawan serangan dan juga di daerah pemukiman warga.

Sinergitas yang sangat baik dari seluruh komponen aparat keamanan, mulai dari aparat TNI, Polri hingga BIN memang sangat dibutuhkan untuk bisa mengidentifikasi sekaligus melakukan pemetaan akan pola serangan KST Papua. Karena dengan strategi yang tepat itu, maka upaya melindungi seluruh warga Bumi Cenderawasih maupun aparat yang sedang bertugas akan menjadi jauh lebih maksimal.

Tindakan sangat tegas dan terukur yang telah dilakukan oleh aparat keamanan pasukan gabungan untuk menindak KST Papua pelaku pembakar Puskesmas di Ilaga patut diapresiasi, karena menjadi bukti nyata dari kepedulian aparat keamanan kepada seluruh masyarakat OAP untuk mewujudkan kondusifitas di Tanah Papua.

Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Surabaya