Bank Sumut

OJK Perkuat Literasi Keuangan Perempuan di Tebingtinggi Untuk Dukung Ketahanan Ekonomi Keluarga 

Tebingtinggi-Intipnews.com:Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara 

bersama Pemerintah Kota Tebing Tinggi berkolaborasi dalam penyelenggaraan 

kegiatan edukasi keuangan kepada kaum perempuan di Kantor Walikota Tebing 

Tinggi, Selasa (23/6).

Kegiatan yang diikuti oleh anggota PKK, Dharma Wanita, pelaku usaha perempuan, 

serta Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut bertujuan untuk memperkuat literasi dan 

inklusi keuangan perempuan sebagai upaya mendukung ketahanan ekonomi 

keluarga serta meningkatkan pelindungan masyarakat dari berbagai risiko di sektor 

jasa keuangan.

Hal ini disampaikan Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara – Triyoga Laksito kepada media melalui Pers rilisnya, Rabu (24/6).

Asisten Direktur Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Provinsi Sumatera Utara Reza Leonhard 

yang hadir dalam kegiatan dimaksud sebagai narasumber menyampaikan bahwa 

perempuan memiliki peran strategis dalam pengelolaan keuangan keluarga sehingga 

peningkatan literasi keuangan perempuan menjadi faktor penting dalam 

mewujudkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.

“Perempuan memiliki peran strategis sebagai pengelola keuangan keluarga 

sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan literasi 

keuangan perempuan menjadi sangat penting agar masyarakat semakin cerdas 

dalam mengelola keuangan, mampu memanfaatkan produk dan layanan jasa 

keuangan secara tepat, serta terlindungi dari berbagai aktivitas keuangan ilegal 

yang dapat merugikan,” ujar Reza Leonhard.

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 

2025, indeks literasi keuangan nasional mencapai 66,46 persen, sementara indeks 

inklusi keuangan mencapai 80,51 persen. Berdasarkan gender, indeks literasi 

keuangan laki-laki tercatat sebesar 67,32 persen, lebih tinggi dibandingkan 

perempuan yang mencapai 65,58 persen. Adapun indeks inklusi keuangan laki-laki 

dan perempuan relatif sebanding, masing-masing sebesar 80,73 persen dan 80,28 persen.

Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan semakin luas, peningkatan pemahaman, pengetahuan, serta keterampilan keuangan masih perlu terus diperkuat agar masyarakat dapat 

memanfaatkan layanan keuangan secara optimal, aman, dan bertanggung jawab.

Sekretaris Daerah Kota Tebing Tinggi Erwin Suheri Damanik dalam sambutannya 

menyampaikan bahwa perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam 

keluarga maupun pembangunan ekonomi masyarakat.

“Dalam banyak rumah tangga, perempuan berperan sebagai pengelola keuangan 

keluarga, pengambil keputusan dalam kebutuhan sehari-hari, bahkan menjadi 

pelaku usaha yang menopang perekonomian keluarga. Oleh karena itu, kemampuan dalam memahami dan mengelola keuangan secara bijak merupakan keterampilan yang sangat penting,” ujar Sekretaris Daerah Kota Tebing Tinggi.

Dalam kegiatan tersebut, OJK bersama Bank Indonesia memberikan edukasi 

mengenai pengelolaan keuangan keluarga, pemanfaatan produk dan layanan jasa 

keuangan yang legal dan sesuai kebutuhan, pelindungan konsumen, serta kewaspadaan terhadap berbagai modus aktivitas keuangan ilegal yang saat ini semakin beragam.

Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya mengenali produk dan 

layanan jasa keuangan yang berizin dan diawasi oleh OJK. Masyarakat diimbau 

untuk selalu menerapkan prinsip 2L, yaitu Legal dan Logis, sebelum menggunakan 

atau berinvestasi pada suatu produk keuangan.

Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai berbagai modus pinjaman 

online ilegal, penyalahgunaan data pribadi, investasi ilegal, hingga risiko judi online 

yang dapat berdampak negatif terhadap kondisi keuangan dan keharmonisan 

keluarga.

Kegiatan edukasi ini merupakan bagian dari implementasi program Gerakan 

Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang diluncurkan OJK bersama Dewan 

Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) untuk mendorong peningkatan literasi dan 

inklusi keuangan secara masif, merata, dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.

Melalui sinergi antara OJK, Pemerintah Kota Tebing Tinggi, Bank Indonesia, dan 

berbagai pemangku kepentingan, diharapkan perempuan dapat semakin berperan sebagai pengelola keuangan keluarga yang cakap, mampu mengambil keputusan keuangan yang tepat, serta menjadi agen perubahan dalammewujudkan 

masyarakat yang lebih sejahtera dan berdaya secara ekonomi.Itp.05