Medan  

Reza Pahlevi Soroti Kinerja Pemko Medan yang Dinilai Belum Maksimal

Oplus_131072

Medan-Intipnews.com:Di tengah harapan masyarakat akan perubahan nyata, Ketua Komisi I DPRD Kota Medan, Reza Pahlevi Lubis, menyampaikan kritik yang sarat kepedulian terhadap kinerja Pemerintah Kota Medan di bawah kepemimpinan Rico Putra Bayu Waas.

Dalam keterangannya kepada wartawan di Gedung DPRD Medan, Senin (13/4/2026),

Reza menilai bahwa selama 1,5 tahun masa kepemimpinan, belum terlihat capaian signifikan yang benar-benar dirasakan masyarakat. Ia menyebut, berbagai program yang dijalankan masih belum menyentuh kebutuhan mendasar warga.

“Yang dibutuhkan masyarakat itu bukan sekadar seremoni, tapi hasil nyata yang bisa dirasakan langsung,” ujarnya dengan nada prihatin.

Menurut Reza, kinerja pemerintahan saat ini cenderung lebih banyak diwarnai kegiatan seremonial, sementara dampak konkret di lapangan masih minim. Ia juga menyoroti lemahnya evaluasi terhadap kinerja organisasi perangkat daerah (OPD), yang dinilai turut memengaruhi kualitas pelayanan publik.

Sebagai wakil rakyat yang membidangi urusan pemerintahan, Reza menilai sejumlah persoalan krusial di Kota Medan, seperti banjir dan layanan kesehatan, belum menunjukkan perbaikan berarti. Bahkan, ia mengungkapkan adanya kekhawatiran bahwa kualitas pelayanan kesehatan justru mengalami penurunan.

“Kita ingin masyarakat benar-benar merasakan perubahan, terutama dalam hal pelayanan dasar seperti kesehatan,” ungkapnya.

Selain itu, Reza juga menyoroti belum definitifnya sejumlah jabatan strategis di lingkungan Pemko Medan. Hingga kini, posisi Kepala Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) serta Kepala Dinas Kesehatan masih dijabat oleh pelaksana tugas (Plt).

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menghambat pengambilan kebijakan strategis dan inovasi di kedua sektor penting tersebut.

“Kalau hanya Plt, tentu ruang geraknya terbatas. Padahal kita butuh langkah cepat dan terukur, terutama dalam penanganan banjir,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyinggung adanya informasi terkait rencana pengisian jabatan Kepala Dinas SDABMBK oleh pejabat dari luar Kota Medan. Reza mengingatkan agar keputusan tersebut benar-benar mempertimbangkan kompetensi dan pemahaman terhadap persoalan lokal.

“Kita tidak menolak dari luar, tapi harus benar-benar paham kondisi Medan, terutama persoalan banjir yang sudah lama menjadi keluhan warga,” tegasnya.

Ia juga menambahkan, selain dua jabatan tersebut, masih ada sekitar enam posisi pimpinan OPD lainnya yang saat ini masih diisi oleh Plt. Hal ini dinilai menjadi salah satu indikator belum optimalnya fungsi manajerial pemerintahan.

Di akhir pernyataannya, Reza mengajak seluruh pihak, termasuk masyarakat, untuk bersama-sama mengawal jalannya pemerintahan. Ia berharap ke depan, program-program yang dijalankan lebih fokus, terukur, dan benar-benar berdampak bagi kesejahteraan warga.

“Kritik ini bukan untuk menjatuhkan, tapi sebagai bentuk kepedulian agar Kota Medan bisa bergerak ke arah yang lebih baik,” tutupnya.Itp.05