Mengenal Viral Marketing dan Dampaknya terhadap Bisnis Anda Melalui Media Sosial

13
Oplus_0

Penulis: Brenda Teresa Sipayung Mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas 

Media sosial dalam dunia digital saat ini telah memainkan peranan penting untuk merubah gaya hidup dan hubungan sosial para penggunanya. Strategi pemasaran  kerap kali mengalami perubahan, media sosial tidak hanya dimanfaatkan sebagai ajang promosi tetapi juga untuk membina hubungan dan komunikasi baik dengan para konsumen. 

Kemudahan, kecepatan, serta daya jangkau media sosial yang sangat luas membuat program pemasaran menjadi efektif dan efisien, kegiatan promosi dapat berlangsung secara cepat dengan biaya yang rendah. Viral marketing merupakan pemasaran dengan menyebarkan informasi produk dan layanan dengan menggunakan media sosial yang memiliki daya jangkau yang luas dalam waktu relatif singkat. 

Viral marketing sendiri adalah metode mempromosikan suatu produk atau layanan melalui berbagai platform media sosial dengan tujuan menerima keterlibatan dan eksposur di tingkat nasional atau global. Istilah viral marketing diciptakan oleh Jeffrey F. Rayport dalam artikel yang berjudul “The Virus of Marketing”. 

Artikel tersebut membahas bagaimana pemasaran dapat bekerja seperti virus yang dapat menyebar luas dalam waktu yang singkat, anggaran yang dikeluarkan tidak begitu besar dan dampak yang ditimbulkan sangat luas. Jadi kata “viral” mengarah pada “virus” yang menginfeksi lalu menyebar secara cepat dan luas. 

Konsep viral marketing juga mengadopsi cara yang sama, yaitu marketing dapat menyebar dalam waktu yang singkat dan tidak memerlukan biaya promosi yang begitu besar. 

Viral marketing biasanya dilakukan dengan membuat video, konten, meme atau pun tulisan-tulisan yang berbeda dari biasanya yang menggemparkan sehingga menjadi perhatian dan dibicarakan oleh banyak orang. Media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan TikTok adalah platform yang ideal untuk viral marketing. Konten yang mengandung unsur lucu, mengejutkan, atau emosional lebih mungkin menjadi viral. Emosi yang kuat mendorong orang untuk berbagi konten di jaringan mereka. Berkolaborasi dengan influencer dengan pengikut setia meningkatkan kemungkinan konten Anda menjadi viral. 

Influencer membantu menyebarkan pesan Anda ke audiens yang lebih luas dan relevan.Tetapi fenomena viral marketing sering disalahgunakan dengan menyebar berita atau hal negatif, karena berita atau hal negatif terkadang lebih cepat sekali penyebarannya dan dibicarakan oleh banyak orang. Bahkan ada penelitian yang mengungkapkan bahwa berita negatif cenderung lebih mudah menyebar dari pada berita positif, meskipun sesungguhnya orang lebih suka membaca atau menerima berita positif tetapi karena kesal dan marah dengan berita negatif secara tidak sadar mereka malah menyebarkan berita negatif tersebut. 

Manfaat dari viral marketing banyak dirasakan oleh para pemasar diberbagai belahan dunia. 

Viral marketing dapat meningkatkan kesadaran merek atau brand awareness dari usaha kecil dan menengah yang belum banyak dikenal oleh masyarakat luas. Dampak yang terjadi dapat dilihat dari naiknya angka penjualan produk, banyaknya konten yang disukai oleh pengguna media sosial dan juga dari peningkatan frekuensi kunjungan pada halaman web sebuah perusahaan. 

Viral marketing memanfaatkan perilaku masyarakat sekarang yang tidak ingin ketinggalan setiap momen atau lebih sering dikenal dengan istilah fomo ( fear of missing out), pengguna media sosial sekarang selalu ingin mencoba hal baru yang banyak diperbinjangkan dan yang banyak lewat di beranda sosial media mereka, bahkan mereka rela untuk antre berjam-jam untuk mencoba hal viral tersebut dan mengupload di akun sosial media mereka. 

Perilaku tersebut dapat dimanfaatkan oleh para pemasar dengan terus mencoba memasarkan produk mereka dengan cara yang kreatif sehingga menjadi viral dan dikenal orang banyak.

Hal yang harus menjadi perhatian para pemasar yaitu harus terus menjaga hubungan baik dengan masyarakat atau publik yaitu dengan menanggapi setiap komentar yang publik berikan di berbagai papan pesan sehingga keluhan dan juga saran dari publik dapat cepat ditangani sehingga publik simpati dengan para pemasar. 

Karena terkadang komentar negatif dari salah satu pengguna dapat menjadi viral dan dipercaya oleh publik yang dapat menimbulkan dampak negatif pada merek perusahaan. Sehingga diperlukan monitor atau pengawasan penuh dari perusahaan dan segera mengambil tindakan dengan cepat jika terjadi masalah sehingga isu dapat dihentukan sebelum menyebar luas.

Penerapan strategi pemasaran melalui media sosial yang berbasis jejaring sosial dan website hingga saat ini merupakan pilihan yang dianggap paling tepat jika dibandingkan dengan pemasaran melalui cara konvensional. Dalam dunia bisnis, hal ini merupakan tantangan sekaligus peluang besar bagi para pemasar untuk lebih mendekatkan diri kepada konsumen dan memperluas jangkauan pemasarannya dalam waktu singkat dengan biaya yang lebih murah. 

Penggunaan media sosial dalam kegiatan pemasaran memungkinkan terjadinya interaksi yang cepat dan langsung megarah pada khalayak. Namun, kemudahan mengakses dan menggunakan media sosial harus diimbangi dengan kemampuan pemasar dalam menyikapi berbagai masalah atau kendala sebagai wujud dari kelemahan media sosial itu sendiri.

Penerapan viral marketing disebuah perusahaan harus dimasukkan sebagai bagian dari rencana strategis kampanye pemasaran, sehingga perlu perencanaan yang matang, dilengkapi dengan langkah-langkah antisipasi yang dapat segera dilaksanakan apabila hal yang tidak diinginkan terjadi. 

Dan juga harus segera aktif untuk mengklarifikasi jika menerima berita Hoax di perusahaan untuk menjaga kepercayaan pelanggan. Keaktifan memantau peredaran isi pesan di media sosial menjadi kewajiban setiap pemasar dalam upaya mencegah semakin meluasnya isi pesan yang bersifat negatif dan dapat merusak reputasi pemasar maupun produk-produk yang dipasarkan.