Idulfitri 1447 H

Perputaran Uang Ramadan Fair Gunungsitoli Diperkirakan Tembus Rp1 Miliar

Gunungsitoli-Intipnews.com:Aktivitas ekonomi dalam gelaran Ramadan Fair di Kota Gunungsitoli menunjukkan tren peningkatan signifikan sepanjang pelaksanaan tahun 2026. Kegiatan yang telah berlangsung sejak 25 Februari tersebut diperkirakan mampu menghasilkan perputaran uang hingga Rp1 miliar, seiring tingginya transaksi di kawasan Pasar Ramadan.

Ketua Ramadan Fair Kota Gunungsitoli, Harlin Tanjung Dt Kayo, menyampaikan bahwa indikator pertumbuhan ekonomi terlihat dari meningkatnya pendapatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terlibat. Tercatat sebanyak 44 stan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Dari jumlah itu, sebanyak 43 stan mampu mencatatkan rata-rata omzet harian sekitar Rp1 juta. Jika diakumulasikan selama 30 hari pelaksanaan, total transaksi diperkirakan mencapai Rp1 miliar,katanya,Selasa (17/3).

Menurut Harlin, capaian tersebut tidak terlepas dari tingginya antusiasme masyarakat sejak awal pembukaan. Warga tampak memadati lokasi pasar, terutama pada sore hari menjelang waktu berbuka puasa. Pengunjung tidak hanya berasal dari Kota Gunungsitoli, tetapi juga dari wilayah sekitarnya.

Ia menilai, dinamika ini tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi pelaku usaha, tetapi juga memperkuat interaksi sosial masyarakat. Kegiatan tersebut turut melibatkan berbagai kalangan, termasuk partisipasi masyarakat non-Muslim yang ikut meramaikan suasana pasar.

Sementara itu, Pemerintah Kota Gunungsitoli memandang Ramadan Fair sebagai salah satu instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di tengah tekanan inflasi yang masih dirasakan di Sumatera Utara.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Gunungsitoli, Arham Dusky Hia, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi faktor kunci dalam menciptakan ruang ekonomi yang produktif.

Menurutnya, Ramadan Fair tidak hanya berfungsi sebagai pusat transaksi sementara, tetapi juga menjadi sarana promosi produk-produk lokal. Para pelaku UMKM memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan usaha mereka kepada pengunjung, termasuk dari luar daerah.

Pemerintah berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus berlanjut ke depan. Dengan pola kolaborasi yang sama, kegiatan serupa dinilai berpotensi memberikan dampak ekonomi yang lebih luas sekaligus memperkuat daya saing pelaku usaha lokal.

Ramadan Fair di Gunungsitoli pun menjadi contoh bagaimana kegiatan berbasis komunitas mampu menggerakkan roda ekonomi sekaligus membangun kohesi sosial di tengah keberagaman masyarakat.Itp.A.Lubis